Rapuh..

By: ASN, Jakarta, 28 September 2008
Melangkahkan kaki tak yakin..
Apakah akan menginjak tanah yang empuk
Ataukah cadas yang tajam

Liburan…

By: ASN, Jakarta 28 Sepember 2008
Gak ada rush pagi sesudah subuh
Anak-anak tidur dengan wajah polosnya
Hingga mentari sudah tinggi
Menikmati kehangatan selimut

Selamat Tinggal Ramadhan

By: ASN, Jakarta, 27 September 2008
Bunyi-bunyian riuh rendah
Suara takbir pun memecah malam
Aku menatap diketinggian
Menggigit rapat bibirku

Jatuh Hati

By: ASN, Jakarta, 27 September 2008
Menatapmu sekali
Bagaikan magnet yang kuat
Tak bisa keluar
Auramu terlalu kuat

Proyek Ambisius Bagi Jiwa

By: ASN, Jakarta, 24 September 2008
Hari-hari sibuk…
Sibuk dengan segala rutinitas.
Tapi menjadi lebih sibuk dengan suatu proyek ambisius.
Menerobos kehidupan baku.
Menemukan kenikmatan lain.
Ekspresi jiwa yang bebas.

Hati seorang manusia biasa

By: ASN, Jakarta, 24 September 2008
Hati yang teriris tajamnya kata.
Hati yang tersobek dalam.
Hati yang bersatu dalam jiwa.
Hati yang sangat rentan saat tergetar.
Hati yang menyimpan seluruh file.

Politisi..

By: ASN, Jakarta 18 September 2008
Kumpulan orang itu terlihat bersemangat..
Seorang diantaranya berbicara lantang didepan..
Yang lain menyambutnya dengan tepukan meriah…
Membicarakan nasib bangsa…
Menunjukkan patriotisme yang menggelora…
Merujuk kekuasaan sebagai media mewujudkannya…

Mengalir seperti air..?

By: ASN, Jakarta, 17 September 2008
Pernah dengar atau liat seseorang yang demikian menikmati hidupnya..?
Dan disuatu titik terantuk oleh kenyataan bahwa ternyata hidup tak selalu mudah..
Terkejut bahwa ternyata kita tak siap ketika harus benar2 behadapan dengan kenyataan yang tak selalu bersahabat dan sesuai harapan..?
Tersadar bahwa sudah terlambat untuk memulai sesuatu yang baru setelah berjalan begitu jauh…?
Terpaku [...]

Selamat Jalan Teman

By: ASN, Jakarta, 16 September 2008
Sedih dan geram muncul dalam suatu lawatan…
Hati tercabik melihat upaya membangun bangsa itu.
Mengajarkan patriotisme dan kebangsaan pada rakyatnya.
Menitik airmata mengingat tanah air dan bangsaku.
Ketika pulang dan mencoba berbuat sesuatu.
Realitas kehidupan bangsa memang sedang sangat sakit.
Harga diri, apalagi patriotisme dan kebangsaan sudah hilang.
Tergerus korupsi dan degradasi moral…

Sapaan Teduh Ramadhan

By: ASN, Jakarta, 16 September 2008
Menggapai langit…
Terbang bebas lepas…
Menggenggam kuasa..
Memutuskan yang terbaik…
Menyentuh hati..
Membuka pintu maaf yang tulus…