By: ASN, Jakarta, 12 Januari 2009
Tak puas dengan curah deras semalaman
Hujan masih saja turun pagi ini
Bersama hembusan dingin menerpa wajah dan telingaku
Seolah coba patahkan semangatku
Tuk hentikan langkahkan kakiku
Menghadapi hectic kehidupanku hari ini
Namun kutau kau hanya menggodaku
Bahkan dalam derasmu pun aku merasa begitu hangat
Dan melihat butir-butir bening bola kacamu diujung rerumputan
Adalah keindahan alami yang selalu sejukkan hatiku
Mendapatkan peluk hangatmu pagi ini
Kubiarkan kau nikmati setiap detik waktu
Saat kau tempelkan telingamu didadaku
Merasakan dan menikmati setiap detak jantungku
Seakan bersembunyi dibalik dekap eratku
Kau antarkan aku hingga keujung pintu itu
Sampaikan kecup lembut bibirmu
Meresap hingga ke sum-sum tulangku
“Jangan lupa sholat Dhuha ya Mas” bisikmu
Tersenyum dan melambai padamu
Aku tetap melangkah pasti dalam derasmu
Bekerja, memenuhi kewajiban kehidupan
Berharap menjadikannya ibadahku
-
*Ketika pagi hujan deras, aku mesti tetap berangkat kerja dan tau kau selalu bersamaku disetiap langkahku dan dengan sentuhan lembutmu kau menitipkanku padaNYA.
**Foto “Butir Hujan di Rerumputan” diambil di Kampung Bamboe, Caringin, Bogor, tanggal 31 Desember 2008, pukul 06.27 pagi.
Filed under: 2009 Januari, Alam, Cinta, Kehidupan, Manusia, Puisi, Uncategorized | Tagged: Alam, Cinta, Hujan, IBSN, Indah, Kehidupan, Manusia, Menulis, Pagi, Puisi, Sastra, Tulisan Bebas, Tulisan Pendek








Sekeping hujan, sebentuk hati, buat kekasihku …. mengiring rinduku, yang selalu untuknya.
Memang tak selalu ada yang sempurna … bahkan hujan pun hanya kepingan
Ketika pagi bisu, siang diam dan malam tak mampu bicara, maka biarkan hujan yang bicara … ketika pagi buta, siang mendung dan malam menjadi gelap, biarkan rinai hujan yang melihat.
Bukan masalah raga ketika semua harus bicara karena bukan hanya raga yang mampu berbisik, ketika embun berbisik, hujan bicara bahkan gelombang dahsyat bernyanyi.
*dibekep disuruh diam karena puisinya gak nyambung, maksa disambung ya De*
Dan ketika suara adzan menggema … menusuk setiap relung hati saya.
*dah ah, dah subuh … pagi2 nih Ade udah sok romantis diteras orang, ditimpuk yang punya teras*
PS: Please commant di blog saya dong buat Sassie [baru kali ini loh saya iklan blog saya yang sederhana, dia membutuhkan kita, saya juga butuh kita sih]
GGGrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……!!! Met pagi Mas Noeg
walau lagi basah kaya kucing keceplung got di pagi ini dede akan tetap kasih senyuman ting-ting
buat semua orang agar tetap SEMANGAT apapun aktivitas yang akan dijalankan.
GAMBATE NE KUDASAI…….!!!!!!!!
EEMM……Dede kan keDua nie jadi dapet sarapan apa??????
coalna de ga sempet ke teteh manis penjual nasi yang biasa de beli untuk sarapan, biznya tadi naik ojek ke kantor dan ribet banget dengan hujan badainya di daerah Bekasi mas Noeg, jadi mohon bantuannya
*pasang muka termelas*
Hiks…Hikss….Hiks…..
dede mau puullaaangggg mau dibawah badcover lagi…..!!!
(yeeee…dasar dim-dim tadi dicomment pertama dan SEMANGAT ecchhhh…baru kena AC kantor 5 menit dah ciut lagi nie semangatnya…….DASAR..!!!!)
Oiya kan dah bilang GAMBATE NE yaakkk
jadi kudu CEMANGAT
Mumpung masih sepi de mau nyanyi aachhhh…..ini lagu favorite:
“Your my honey bunny sugar pup, pumpi yam pi yam pi your my sweety pay, you my coffee cup cap swap spike spikep your, be able of my eyes………..”
*cepelti biaca sambil goyang ubur2*
Gambate ne kudasai itu seruan SEMANGAT mas NOeg,
Gambate = SEMANGAT
Gambate ne kudasai = Mari/Ayo SEMANGAT
kayaknya sech gitu, heheehheh…..eee.e.e.
maap klo kurang pas arti’innya soalnya bukan mahasiswi sastra jepang cie
disini di paginya duri juga diselimuti hujan mas Nug…
tetapi cuaca mendung di luar sana tidak mengganggu hatiku
aku sedang tenang dan damai
aku sedang tenggelam dengan keputusan indah tentang hidup….
dipagi yg hujan ini aku bersyukur bahwa aku adalah seorang Ria
Pagi Mas Nug,
Takut macet karena hujan, malah kepagian sampai kantor. Aku belum sarana juga nih. Masih kebagian Wafelnya gak..?
*Ngarep.com
Wah.. aku kesalip 1 menit oleh Mba Ria yah..
Gak jadi ketigax deh aku..
Pesen Ketorprak aja deh.. Hiks..
Btw aku suka banget puisinya Mas.. Romantis but relegius gitu.. Adem banget..
“o haiyo gozaimasta….”
pagi mas Noeg
kepingan pagi yang indah yang menyejukan…
*menyejukan apa kedinginan yach ??*
Seniman asli…!
Bahkan hawa dingin tetap bisa menginspirasi…!
wah, ga bsa komen. Bang Nug emg jagonya menghidupkan fenomena alam sbgai personifikasi…
Sya spertinya 1-2 bulan ke depan bkal sibuk, Bang Nug. tp InsyaAllah, sya akan snantiasa menyempatkan diri mengunjungi rumah ini. Byk dri rumah ini yg membuat saya tetap brani berjuang.
*maklum lah Bang, klo ga brjuang ya ga makan*
kalo sekeping uang lain ya?????
satu kecupan….semangat……
Pagi yang indah Mas Nug..
Disini lagi cerah, matahari begitu hangat menyinari hati..
Semoga membawa keceriaan sampai nanti saat malam memanggil untuk sejenak me recharge energi.
(*sok serius)
pagi bang
comandnya menyusul
oya ada postingan tuk abang besok di blue
jangan marah yak?
salam hangat selalu
pagi yang menggemaskan
Mas ketenangan dan kedamaianku terusik oleh bisik2 yang tidak menyenangkan…..aku benci sekali dengan suara kasak kusuk itu…!!!
Keheningan dan kedamaian yang dapat kurasakan saat membaca tulisan ini.
Bagus loh Om tulisannya….
Memang sih, hujan di pagi buta itu maunya tiduuuuuuur terus…tberanjak susaaaaaaaah banget. Mandi? dingiiiiiin banget. Hah…maunya berduaan terus sampai hujan reda
Wah ini karena disana sedang hujan yaa hehe..
Hmmm… Ingin berusaha agar seperti yang mengatakan “Jangan lupa sholat Dhuha ya Mas” untuk rumah dan keluargaku… Ingin jadi penyemangat/ motivator, yang salalu memastikan bahwa tiada jarak denganNya, akan belajar,dan terus belajar….
Sangat-sangat Indah dan romantis, sepertinya perlu mencontoh kemesraan seperti itu nih
Jadi iri sama hujan loh kok
*enggak nyambung banget ya..*
Apa kabar mas Nug? Semoga senantiasa baik. Saya sudah kembali. Selamat tahun baru untuk mas Nug dan keluarga semoga di tahun baru ini semua akan lebih baik dibanding tahun lalu.
Potret istri yang solehah, beruntung sekali mas Nug. Dan saya yakin istri mas Nug juga sangat beruntung, memiliki suami yang pekerja keras dan puitis..
plus photografer, karena hasil jepretannya selalu membuatku berdecak kagum. Thanks
Brrr..Dingin banget..kalo abiz ujan.apalagi pagi hari…:lol
salam kenal ya mas Nug…:smile:
Ujan-ujan gini Pada jadi Romance ya? hahahhha
Jakarta Hujan terus…waspada Banjir…..
Pagi mas Nug,
Hari ini, masih hujan terus nih mas.. Mana AC central dikantorku gak bisa dikeclin lagi… Dingin banget..
Alhamdulillah dah link juga
http://bungaliani.wordpress.com/temen-aku-nih/
Wanita dan hujan selalu indah jadi topik cerita…selalu dibutuhkan…dan berharap mampu selalu menjadi sebuah kecantikan dan kebaikan.
Indahnya…butiran bening didaunan itu
membuatku tertegun…
Kadang air jatuh kebumi…seakan-akan tak berarti…jatuh ketanah begitu saja
Tapi tetes itu selalu saja tersenyum menatapku
Tak ada kemarahan dan keegoisan di balik semua fisiknya
Dia menari-nari berusaha menggodaku diatas dedaunan hijau pagi ini
Tapi perhatianku disita oleh tugas yang mesti kuemban
Tapi engkau tak peduli…engkau terus…dan terus menyapa bumi
Engkau hantarkan bumi dengan kesejukan
Engkau bersihkan bumi dari debu
dan anak-anak dengan senang menyambutmu ditelapak tangan dan berkerjar-kejaran bersamamu
Akhirnya …ada juga manusia yang mau bersahabat denganmu…anak kecil yang polos dan bermata bening itu…
Anak-anak pingiran …anak-anak penghias simpang lampu merah…anak-anak yang tak tahu dimana orang tuanya…anak-anak yang kekurangan kasih sayang…
Merekalah yang menyambutmu dengan gembira dan hangat!
Malu aku pada mereka….
waduh…sorry mas Nug, komentku kepanjangan…ada yang salah ketik lagi…dingin yang menyapa membuatku tak ingin berlama-lama didunia maya…ambil selimut…tidur…aku datang hanya ingin mengatakan selamat malam sobat!
ketemu lagi diesok hari yang bahagia!
Ketika pagi hujan deras, aku mesti tetap berangkat kerja dan tau kau selalu bersamaku disetiap langkahku dan dengan sentuhan lembutmu kau menitipkanku padaNYA.
—
indah nian… pantas selalu bersemangat nih ada yg selalu menitipkan padaNYA.. Selamat malam..