By: ASN, Jakarta, 29 juni 2009
Meluncur turun dengan cepat
Semakin dalam dan dalam
Memasuki lorong panjang buatan manusia
Bertanya dihati, akankah ada langit, dan udara bebas diujungnya?
Berada dibawah dasar sungai dan air yang mengalir diatasnya
Menembus jalan-jalan dan kemacetan kota diatasnya
Menembus kapal-kapal yang lalu lalang disungai yang lebar
Mencoba bernafas dijalur pengap penuh carbonmonoksida
Tersenyum menatap langit saat kembali muncul kepermukaan
Nikmati bernafas lega dan menghirup oksigen diudara terbuka
Menyadari tak ada yang mudah dan nyaman dengan jalan pintas
Jalan pintas, seperti terowongan ini, memberi banyak manfaat. Namun dibalik itu, sesungguhnya tak ada jalan pintas yang dibuat dan dicapai dengan mudah. Bahkan, sering kali jalan pintas mengorbankan sisi lain kehidupan.
-
*Foto “Terowongan” diambil disalah satu terowongan dibawah sungai Huangpu menuju Pudong, Shanghai, tanggal 23 Juni 2009 pukul 20.22 waktu setempat.
Filed under: 2009 Juni, Kehidupan, Puisi, Sosial, Uncategorized | Tagged: Jalan Pintas, Puisi, Sastra, Shanghai, Terowongan, Tulisan Bebas, Tulisan Pendek

"Lucky Blogger" - 






Met pagi..!
Apa kabar mas, akhirnya di update juga..
Wah..asyik nih yang baru habis jalan jalan ke shanghai,pasti banyak cerita yang seru seru nih.. Saya nunggu ceritanya ya om
Ya ampun..kelupaan nanyain kabar
Abis lama banget menghilang ..penggemarnya pada nyariin tuh he he he..
Mudah mudahan sehat semua dan selalu dalam lindunganNYA.. Amin..
Mas…. pemandangan kayak gini juga banyak di Tokyo.
Umi Hotaru juga, setengah di bawah laut dan setengah di atas laut. Aku kan phobia, jadi ngeri setiap lewat terowongan seperti ini. Sebisa mungkin aku tidur, daripada panik. Yang pasti kalo aku nyetir sendiri ngga bakal sampai sini (lewat terowongan) hehehe
Kapan ke Tokyo mas?
EM
Nug iseng amat ngisepin CO2 di terowongan. Pake buka jendela mobil segala yah..?
Benar sekali Mas..
Jalan pintas kadang mengorbankan sisi lain kehidupan. Bahkan jika berada dalam terowongan gitu, rasanya tiba2 jadi susah bernafas yaa..?
Paling enak mungkin dijalan biasa, tapi bisa melaju cepat, kali yaa..
Good reminder Mas. Thanks..
Aku suka tulisan ringan penuh makna ini Mas.
Tapi budaya jalan pintas sepertinya udah cukup kental dimasyarakat kita ya..
Hm.. setelah baca ulang pelan2, tulisan Mas Nug kali ini dalam banget….
Makasih ya Mas..
Aku suka takut kalo masuk terowongan Mas. Kesannya gelap dan pengap. Tapi dari foto ini sih terowongannya bagus yaa, bersih dan gak gelap gitu.
Dan.. seperti biasa, aku juga suka uraian kata-katanya yang selalu dalam makna Mas…
Tapi ngomong2 kalo ada jalan pintas, jadi kaya, pinter, cantik, muda terus.. boleh juga tuh Mas. Biar takut, bisa dipikir2 ulang deh.. Hahaha..
Benar sekali Mas Nug… Jalan pintas yang digunakan secara keliru, sekalipun tujuannya mungkin baik… hasilnya bisa jadi tidaklah baik…
Tapi beberapa jalan pintas, sengaja kita bangun, kita buat, kita ciptakan dengan kerja yang mungkin keras yang tujuannya tak lain adalah untuk mempermudah atau mempercepat tercapainya tujuan kita.
Dan saya percaya, satu – satunya jalan pintas terbaik untuk meraih kesuksesan adalah KERJA KERAS, CERDAS, & IKHLAS.
*Ceileeeee bahasa nya euyyyy!!!!*
Jalan pintas memang terkadang menggoda hati, tapi sayangnya kebanyakan membawa petaka.
Bukan hidup perlu proses, karena dari proses banyak pelajaran yang berharga yang akan kita dapat..
Kalau pake jalan pintas berarti banyak pelajaran yang akan hilang
BTW kalau jalan Tol gimana ya?