By: ASN, Jakarta, 30 Juni 2009
Duduk ditepian Sungai Huangpu yang sangat lebar
Memandang kesibukan kapal-kapal yang selalu lalu lalang disana
Nikmati tiupan angin dingin lembut menyentuh wajahku
Sisi romantis sebuah kota bisnis yang sibuk
The Bund, demikian orang-orang menyebutmu
Refleksi kota tua dengan bangunan Eropa yang kental
Sebuah kontras sisi lain kota diseberang sungai itu
Pudong, gambar kota modern dengan bangunan-bangunan pencakar langit
Refleksi kemajuan, teknologi, derasnya modernisasi
Dan aku masih duduk ditepi sungai itu
Sesekali melirik gadis-gadis oriental cantik bergegas pulang kerja
Nikmati lampu-lampu indah disepanjang sungai
Kulirik nyala fosfor terangi angka dan jarum jam tanganku
Lalu beranjak dan mulai langkahkan kakiku
Senja semakin larut…
Suatu senja, menikmati dua sisi kota (kota tua dan kota modern), Shanghai.
-
*Foto pertama: “The Bund at night” ini diambil di Shanghai, tanggal 23 Juni 2009 pukul 21.18 waktu setempat.
**Foto kedua: “A side of Pudong at night” ini diambil di Shanghai, tanggal 23 Juni 2009 pukul 21.44 waktu setempat.
Filed under: 2009 Juni, Alam, Kehidupan, Puisi, jalan-jalan | Tagged: Alam, jalan-jalan, Kehidupan, Puisi, Sastra, Shanghai, The Bund, Tulisan Bebas

"Lucky Blogger" - 







Mas… kok cocok dengan header dari themes aku yang sekarang ya heheheh
asyik…. seri foto shanghai dimulai.
foto #1 diambil dari mana mas?
EM
Wuaahh, bagusnyaa….
*iri*
saya selalu suka kerlip lampu kota di malam hari, iya bener Pak, romantis..
Lebih unik lagi karena Shanghai ternyata punya dua sisi wajah yang sama2 cantik ya..
Nunggu lanjutan cerita tentang Gadis2 Oriental cantik yang dilirik aja ah…
hah? dari lantai ke-100???
Addooohhh
Foto ndak bisa dibuka …
Mesti membuka dari luar kantor nih …
Tunggu komentar saya sahabat …
hehehe
Wow.. jadi pengen ke Shanghai.. Mana kudenger disana kalo belanja apa2 juga murah sekali katanya..
Shanghai dengan dua karakter berbeda dikedua sisi sungainya keren banget Mas..
halo mas Nug, semoga kabarnya baik dan sehat terus ya. uhh.. sy selalu suka dg artikel2 jenis ini, simple, penuh makna, dan yg pasti kalo punya duit pasti pengen kesana hehehe…
Mas, kapan ya sungai-sungai di Surabaya bisa sebersih dan seindah itu..?
Dua sisi kota dengan dimensi yang sangat berbeda. Kereeennn Mas…
Ehm.. Gadis2nya cantik2 yaa Mas..?
Ups… kelupaan..
Thank you for sharing Mas.. Serasa ikut jalan2 ke Shanghai..
wahhh.. liburan ke shanghai.. asikkkknya…
Pak, susah gak cari restoran yang halal di Shanghai sana ?
Setelah jalan-2 di Sumatera kini beranjak ke kota paling padat di China.. asyiiknya..
Kembali foto2 yg keren punya ditampilkan sama Mas Nug.. asli keren banget fotonya..
wahh pengen jg dunk k shanghai
Ehm ehm… lirak lirik yang orientalnya….. ngajak Bunda Cindy nggak mas Nug…. Ehm ehm… kok tenggorokan saya agak gatel ya…..
*Eh kok Bunda Cindy bawa pisau bedah tuh mas Nug…. Wahahahahahaha….
*
Hayooo pak nug lirik2, apa mau latihan nari bali ya hehehe…wah kalo ke shanghai ga bisa bawa ducatinya donk. Eh kalo saya sih juga suka makan kacang shanghai (lha ga nyambung). Tempat ya romantis ya pak, jadi bikin org pengen nyanyi (lha kan indianya keluar).
Assalamualaikum
indah sekali kang..(*membayangkan duduk sambil makan kue dorayaki…dan secangkir teh hijau hangat..hayah..)
kapan ya aku bisa kesana… hmm….. indah banget….
pengeeeeeeeennnn……….. ;-o
haii..sdh lama gak main ke blog ini…. shanghai, cantik kalu dilihat dari jauh ( dr jendela hotel/apartmen) dan malam hari.. kalau siang dan ada di tengah keramaiannya wuihhhh.. gak tahan dg budaya yang terbiasa melontarkan air ludah di mana saja…di sisi lain bagus juga utk diet, krn jadi gak nafsu makan..
indahnya menikmati kota shanghai lwt tulisan om….bkn suasana jd romantis tp ttp elegan krn picnya mantaaphh
Waw keren abis…
Seandainya jakarta dengan cilingungnya dan kota tuanya bisa seperti itu… Pasti sangat menyenangkan…
Kapan ya bisa seperti itu…
Btw pa kabaar mas…. sorri baru bisa jalan-jalan lagi nih….
sepertinya perjalanannya menyenangkan ….:D
Wuih,jd bnr2 mw ingn k sna nich. *_*
Hehehe. . Naik ketek bs g’,y Pak?!