By: ASN, Siak River, 28 Juli 2010
Ketika perempuan-perempuan modern membeli mesin cuci
Aku berfikir…
Apakah sebuah aki yg kupakai menerangi 1 bolam di ruang tengah dan menyalakan TV kecil sesaat, cukup untuk menyalakan mesin itu ?
Ketika mereka dapat memutar cucian tanpa menyentuh kainnya
Aku memeras, menggosok, membanting cucianku di papan dermaga ini.
Ketika mereka meninggalkan mesin cucinya bekerja, sambil minum teh
Aku hanya memandang kedamaian sungai, sebagai pelega hatiku.
Tiba-tiba cucian bersih bisa kering sendiri, keluar dari mesin kotak itu
Aku hanya terdiam, memandang langit yang berawan gelap. Membayangkan, akankah kering cucianku hari ini yang kujemur diatas daun pepohonan disekitar gubuk kayuku..?
Tak ada listrik di gubukku.
Sudahlah.. Aku selesaikan saja cucian ini. Sedikit lagi..
-
*Foto “Laundry Time” ini kuambil di Sungai Siak dalam perjalananku ke Bengkalis, tanggal 28 Juli 2010, antara pukul 06.56 – 08.20 WIB.
Filed under: 2010 Agustus, Alam, Iseng, jalan-jalan, Kehidupan, Laporan Kunjungan, Manusia, Puisi, Sosial, Uncategorized Tagged: | Air, Alam, Damai, Hanya Kata-kata, jalan-jalan, Kehidupan, Laporan Kunjungan, Laundy, Manusia, Matahati, Mencuci, Praktis, Puisi, Riau, Sastra, sederhana, Siak, simple, Sosial, Sungai, Tulisan Bebas


"Lucky Blogger" - 













