By: ASN, Jakarta, 8 Okrober 2011
Sesaat, langkahku terhenti
Pasir putih halus mencetak jejak
Ada yang jatuh di hadapanku
Sebuah daun kering seakan bertanya
Kemana arah tuju jejak kakimu itu?
Sisakan tanya, di Pasir putih
-
*Foto “Daun Kering di Pasir Putih” ini kuambil di Pulau Putri, Kepulauan Seribu, tanggal 2 Oktober 2011, pukul 06.41 WIB.
Filed under: 2011 Oktober, Alam, jalan-jalan, Kehidupan, Manusia, Puisi, Uncategorized Tagged: | Alam, Cinta, Damai, Daun Kering, Hanya Kata-kata, Indah, jalan-jalan, Jiwa, Kehidupan, Manusia, Matahati, Pagi, Pantai, Pasir Putih, Puisi, Pulau Putri, Pulau Seribu, Sastra, Tulisan Bebas


"Lucky Blogger" - 






Semoga kita semua bisa merenungi makna dari daun kering yang jatuh di bumi, bahwa tidak ada yang kekal.
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Terima kasih atas kunjunganmu, Sahabat. Ya, tak ada yang kekal dalam kehidupan. Salam hangat selalu..
Daun kering yag terjatuh akibat hembusan ombak penuh dengan makna yang tersirat.
Sukses selalu Mas.
Salam
Ejawantah’s Blog
sepertinya daun kering ingin mengembara ke lautan yang luas menjadi perahu sehabis berlabuh sepanjang usianya….