By: ASN, Singapore, 7 Januari 2012
Ya, 35 tahun lalu, tak ada apa-apa disini
Hanya pantai, dan debur ombak yang biasa terdengar
Sementara waktu terus berputar, generasi berganti
Beberapa rencana matang, dikembangkan
Kini hadir sebuah kehidupan baru
Keindahan kota, tertata rapi
Dan, aku menepi di ujung senja
Sembunyikan perih hati
Nasib negeri sendiri
-
*Foto “Singapore at night” ini kuambil dari the Singapore Flyer, Singapore, tanggal 6 Januari 2012, pukul 21.26 waktu setempat.
Filed under: 2012 Januari, Alam, jalan-jalan, Kebangsaan, Kehidupan, Manusia, Puisi, Uncategorized Tagged: | Air, Alam, Cinta, Damai, Hanya Kata-kata, Hati, Indah, jalan-jalan, Jiwa, Kehidupan, Keindahan, Kota, Laporan Kunjungan, Laut, malam, Manusia, Mata Hati, Matahati, negeri, Pantai, Puisi, Sastra, Selamat Malam, Senja, Singapore


"Lucky Blogger" - 






Hmm masih ada yang bisa dibanggakan dinegerimu Nug..bumi alami yang masih banyak terpelihara…bagiku lebih berarti dari hutan2 batu seperti itu…dan manusianya juga banyak sudah berhati batu juga tauu…hehehe
Ya, Roz. Makasih. Walau kepedihan itu kadang tak dpt kutepis begitu saja saat mengingat sebagian basar wilayah baru yg indah itu, dulunya tak ada dan merupakan tanah baru hasil reklamasi yang berasal dari pasir dan tanah negeri tetangganya dan sementara tanah baru itu kini menjadi wilayah terelit dan termahal di negeri seberang, wilayah tempat negeri itu diambil pasirnya mengalami kerusakan lingkungan yang parang dan tetap tak mengalami kemajuan yang berarti.
wah jadi inign hunting foto di singapore juga nih
Xixixi… Masih banyak salju kan disana..? Hunting salju dan sekitar itu pasti akan sangat inspiratif, Mel.. Makasih ya. Salam hangat