Salam Negeri Melayu

Photobucket

By: ASN, Kuala Lumpur, 10 Oktober 2010

Ketika sering kali gejolak memanaskan hati
Sejatinya diperlukan kearifan melihat masalah
Sebuah pesaingan antar bangsa serumpun
Tak ada saudara yang tak pernah bertengkar
Namun tak perlu ada perkelahian
Selalu akan ada ruang damai
Salam dari negeri Melayu

    *Foto “Salam Negeri Melayu” ini kuambil di Kuala Lumpur, tanggal 10 Oktober 2010, pukul 18.57 waktu setempat.

Senyum Terindah

Photobucket

By: ASN, London, 12 Juni 2010

Musim semi di kotamu
Penuh warna
Langkahku terhenti
Pesonamu terlalu kuat
Keindahan alami
Tanpa make up
Lembut membuai
Tak kuasa berpaling
Senyum terindah

    *Foto “Pesona Mawar Pink” ini kuambil di suatu taman di London, tanggal 12 Juni 2010, pukul 11.29 waktu setempat.

Kamus Hati

Kamus Hati

By: ASN, Jakarta, 11 April 2010

Ketika suatu hari seorang sahabatku, Lala, bertanya, “Apakah ada kamus yang dapat menerjemahkan Bahasa Hati..?” Aku (sekenanya) menjawab “Hm.. Makanya kalo jalan2 ke Toko Buku ngetemnya jangan di bagian komik doank donk La.. Ada tuh. Judulnya ‘Kamus Hati Indonesia’. Biar jelas, coba aku bacaain beberapa..”

Makan hati: nyebelin
Sakit hati: katanya lebih sakit dari sakit gigi. periiiih gitu lho..
Suka hati: sak karepe dewe
Tinggi hati: sombong…
Hati-hati: Awas lobang
Rendah hati: Itu gue banget..
Sedang hati: Yaa antara tinggi hati dan rendah hati lah..
Ada hati: naksir
Sambel hati: makanan favorit gue
Ambil hati: Parampok. Udah ngambil dompet, ngambil hati juga
Sedih hati: yaiya lah… Masak sedih lutut..
Luka hati: Itu, kalo hati sedang ketusuk duri (makanya kalau jalan pakai sedal)..
Sehati: dua hati yg dipaksa duduk bareng
Dua hati: kebetulan ini hanya tinggal 2 hati ini aja yg belom laku dipasar
Jatuh hati: makanya lain kali kalo jalan liat2 donk..!!
Isi hati: tanya dokter bedah atau tukang daging aja sana…
Kata hati: selalu susah ditebak, selain gak bisa nulis, kalo ngomong gak jelas..

Udah ah.. segitu aja dulu. Lo beli dan baca sendiri aja sana..

*Hahaha.com* :mrgreen:

Sebuah komen iseng di status fb sahabatku, Lala, tanggal 9 April 2010 lalu yang sedang bingung nyari kamus untuk menerjemahkan Bahasa Hati. HAVE A NICE WEEKEND every one.. :)

    *Foto “Kamus Hati” ini adalah merupakan hasil rekayasa foto, yang dibuat hanya sekedar untuk ilustrasi dan tanpa maksud atau tujuan lain apapun juga.

Menepi sebentar…

By: ASN, Jakarta, 12 Maret 2010

Ketika seorang sahabatku, novelis hebat menulis distatus FBnya pada tanggal 10 Maret 2010 lalu begini:

    “Kedamaian adalah pemadaman keinginan (kalimat terakhir novel Sutasoma-Cok Sawitri)”.

Entah kenapa aku merespond dengan agak skeptis seperti ini:

    “Kedamaian adalah menguasai dan meredam keinginan semua orang lain. *Sedang mereka-reka apa yg ada dibenak orang2 yg sibuuuk aja berebut kekuasaan* Hahaha..”

Sebuah ekspresi spontan yang menjukkan bahwa alam bawah sadar kita punya batas kejenuhan juga melihat berbagai dimensi kehidupan yang kadang jauh sekali gap-nya, antara kondisi yang seharusnya (ideal) dengan realitasnya yang terlihat dihadapan kita sehari-hari..

Menepi bentar akh… :)

Ketika sebuah internal warning system dalam diri yang memberi signal agar aku menepi sejenak.. :)

    *Foto “Sungai di Lembah” ini kuambil diperjalanan menuju Milford Sound, South Island, New Zealand, pada tanggal 3 November 2008 pukul 11.27 waktu setempat.

Autum in Purwakarta

By: ASN, Jakarta, 3 Januari 2010

Diantara hamparan hijau kebun teh
Ditengah dataran tinggi dekat garis equator
Warna orange-mu mencolok tajam
Kejutkan mata dengan tampilan kontrasmu
Manjakan pandang dengan suasana khas sub-tropis
Serasa Autum di Purwakarta
Continue reading

Survival..

By: ASN, Jakarta, 29 Desember 2009

Saat selapis demi selapis batang itu terkupas
Sisakan batang putih berair kurang dari seperlima tebal batang pisang itu
Kau hanya memandang dengan tatapan tajammu..

Lalu kau potong beberapa bagian Continue reading

Senang melihatmu beranjak…

By: ASN, Jakarta, 13 Desember 2009

Duri itu menembus lapisan kulitmu
Manancap dalam tinggalkan perih
Kau terdiam.. berusaha menahan tangis

Ada goresan yang sangat dalam
Aku hanya melihatmu dari kejauhan
Kau berusaha tegar dan mengikuti saja test keikhlasan ini

Sesekali terlihat kerut dikeningmu dan matamu kadang menyipit
Aku bahkan sangat menghargai upayamu untuk tersenyum
Ada pancaran kekuatan aura positif yang mulai muncul

Suatu proses yang manusiawi sekali
Mengangguk dan membalas senyummu
Teruslah melangkah.. jalanmu masih panjang dan terbuka lebar.

Beranjak menjauh…

Sebuah senyum tulus memberi semangat untuk sahabat, ketika kesedihan datang menyelimutimu dan aku melihat ketegaranmu untuk melangkah keluar dari lingkaran itu.

    *Foto “Jalan Kosong Dibalik Bukit” ini kuambil di sekitar Padang Panjang, Sumatra Barat, pada tanggal 24 Mei 2009 pukul 08.24 WIB.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 292 other followers

%d bloggers like this: