Suatu Senja di Kaki Gunung Singgalang


By: ASN, Jakarta 16 September 2008

Tetes demi tetes…
Butiran kabut berubah jadi air saat menyentuhku..
Mengapa kesejukan ini terasa begitu dingin?

Aku coba mendekat ke perapian.
Berharap dapat menghangatkan diri.
Badanku masih basah…
Tapi suhu tubuhku mulai naik.
Dan darahku mulai terasa mengalir.
Membawa oksigen segar bagi nalarku.

Hanya saja mataku tak bisa beralih.
Tatapan yang jauh dan kosong.
Menembus kegelapan malam.
Mencapai batas ujung pandangan.

Mencari tau dimana letak mesin penghancur kebekuan..
Mesin penghancur kekecewaan…
Mesin penghangat jiwa…
Mesin cahaya penerang hati…

    * Foto “Singgalang Menjelang Senja” ini kuambil belum lama, tanggal 23 Mei 2009 pukul 16.10 WIB.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: