Akan kemanakah kau teman..?


By: ASN, Jakarta, 5 Oktober 2008

Temanku..
Aku tau langkah goyahmu.
Aku bahkan melihat langsung jurang lebar dan dalam menganga dihadapanmu.
Semua itu sangat jelas dimataku saat entah kemana kau simpan matamu yang biasanya tajam.

Aku ingin menarikmu.
Atau setidaknya memegang tanganmu dan mencoba bertahan diposisimu saat ini.
Jangan melangkah lebih jauh.
Aku peduli dan sayang padamu.

Tapi kenapa susah sekali membuka mata dan pikiranmu..?
Agar menjadi dirimu sendiri dan kembali dalam daya pikirmu dan tatapan tajammu.
Agar kau melihat yang nyata-nyata kulihat berada dihadapannmu.

Aku tertegun saat kau mengibaskan tanganku.
Kau memilih berjalan sendiri dan mengambil resiko itu.
Bagiku kau memberi signal yang jelas, cukup, hanya segitu batas keterlibatanku sebagai teman.
Ini adalah masalah privacy yang berada diwilayah pribadimu.
Kau tak ingin siapapun turut campur.

Kau jangan berpikir aku punya kepentingan lain apapun.
Aku hanya peduli padamu karena kamu “temanku”
Aku bersedih atas kesedihanmu juga seperti juga senang atas kesenanganmu.
Kadang muncul tanya dalam hati.
Mengapa tak ada bekas nilai pertemanan panjang kita selama ini.
Bukankah itu terbukti kuat dalam berbagai situasi yang sulit sekalipun.

Kita, memang manusia biasa dan bisa berbuat salah.
Tapi kenapa mesti bertahan dalam kesalahan dan memegang ego yang tak perlu disana.
Tidakkah kau dapat melihatnya, teman..?

Yah, sudahlah jika kau tetap memaksakan diri.
kau sudah tau resiko langkahmu.
Aku cuma ingin berpesan.
Kita akan tetap berteman walaupun kondisimu akan memaksakan ada jarak diantara kita.
Aku tak berharap kegagalanmu dan aku juga manusia biasa yang bisa salah.
Semoga ketakutanku dan penglihatanku yang salah.

Namun, jika kau bermasalah dengan langkahmu, jangan pernah ragu atau malu untuk datang mendekat kembali.
Aku akan selalu menjadi temanmu dan ada disini.
Aku tak punya kepentingan apa-apa dan akan selalu menjadi temanmu.

5 Responses

  1. aku juga mau kok jadi temannya….xixixi…….

  2. Grace, habis baca buku “Mari bergaul Jilid 2” pasti ya… Huahaha…

  3. laaaaahhhh kok mirip sama punyaku… setelah nulis dan posting baruuuu liat tulisan ini….. kalo’ versiku : teman yg aneh hehehe… manusia emang unik yah pakkkk…

  4. A person, no matter the gender, is a human being anyway. He or she could make a mistake or chose a wrong way in life. And, sometimes we, as a friend, couls easily see it from the distance, but not the person himself or herself because he/she is too close to or even already in the problem and could not see as we could.

    We usually do not really care if that is happen to someone we don’t know. But if that is our friend and at certain point we have to stop since he/she could feel we are interupting his/her private life/area, we simple have to see things happen from a distance and hope that we are wrong…

  5. ralat….ralat…..kand itanyain mau kemana ? jadi gue jawabnya :

    aku ngga kemana mana kok……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: