Magrib di Banyuwangi


Photobucket

By: ASN, Jakarta, 15 November 2008

Diujung paling timur Pulau Jawa saat itu..
Aku terdiam sesaat..
Keindahan alam dalam damai yang meresap hingga ke sukmaku

Berdiri terpaku dipinggir kapal Ferry yang mulai bergerak perlahan
Mataku tertuju pada kubah sebuah Masjid
Kubiarkan angin laut mengibarkan ujung-ujung bajuku

Tertegun dalam kesempurnaan dibatas laut
Pantai biru semakin pekat dan menyisakan sedikit warna merah
Kunikmati deburan ombak menerpa sisi kapal

Laut, dermaga, Masjid dan gunung yang berpadu satu
Membuatku bertanya kembali, sedang dimanakah aku saat ini..?
Hanya sapuan lembut suara angin Selat Bali yang memberi jawab
Paduan ketenangan, damai dan keindahan luluhkan egoku

Tersentak oleh Azan Magrib getarkan jiwaku..
Terimakasih ya Allah..
Untuk selalu mengingatkanku atas keberadaanku
Untuk selalu tersenyum dan bersujud mensyukuri nikmatMu..

*Keindahan Menjelang Matahari Terbenam di Banyuwangi
** Foto diambil sesaat menjelang Magrib tanggal 14 Mei 2007 dari atas Ferry menuju Gilimanuk

9 Responses

  1. Dan senjapun tiba mengusir siang … dan malampun tiba menggulung matahari … dan kita, sudahkah kita mengganti semua yang harus terganti, sudahkah kita hijrah dari jiwa jiwa jahiliah kita … sudah?

    ah saya masih menanti senja …

    ASN: Akh.. ternyata itulah bagian yang tersulit De.. Menyadarinya adalah suatu hal.. sungguh2 meninggalkan (jiwa jahiliah) itu hal lain (yg ternyata sama sekali tidak mudah)… πŸ™‚
    Yaa udah… aku juga ikut bareng menanti senja aja akh…

  2. sampaikan salam rinduku untuk mata senja itu,sobat.

    Baik Dra… akan kusampaikan.. πŸ™‚

  3. Mas Nug..

    Saya selalu terpesona dengan photo-photo yang dibilang Mas Nug amatiran tapi sungguh terlihat so professional in my eyes… I just love to see those beautiful masterpiece pictures… Keep on doing it, Bro! πŸ™‚

    Ketika menangkap keindahan itu dan lalu meresapi maknanya, terasa hangat sekali ya…
    Setiap guliran waktu adalah pelajaran.
    Mari kita belajar untuk memaknai sekecil apapun peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan kita…

    Salam manis…

    Makasih La..
    Hm.. I like the last words you said above and could not say more than that I 100% agree with you. Learning is a never ending process in life. So, lets keep on learning La.. πŸ™‚

  4. Laut, dermaga, Masjid dan gunung yang berpadu satu..
    Ditambah suara Azan pula
    Duh.. indah dan damai sekali…
    Makasih sudah berbagi Mas..

    Kok bisa aja dapat pemandangan dan foto sebagus itu Mas..? Mas Nug Fotografer Profesional ya..? πŸ™‚

    Makasih kembali Asti… senang kalau orang lain juga bisa ikut menikmatinya.. πŸ™‚

    Saya Bukan Fotografer Pro. Itu kebetulan aja.. Saat itu saya lagi naik motor mau nyebrang naik ferry ke Bali… Foto yg ini ngambilnya juga pake Camera Digital Pocket biasa aja kok.. Sekarang ini camera sudah canggih2. Gak perlu jadi fotografer pro* buat bikin foto bagus.. πŸ™‚

    *Mohon maaf kalo ada fotografer pro ya.. Gak ada maksud melecehkan profesi anda.. πŸ™‚

  5. saya mampir mas, ketika lelah menggelayut dijiwa saya malam ini … habis UTS soalnya πŸ™‚

    You are more than welcome De.. Please have a sit. Would you like to have a cup of hot tea..? We can enjoy and see the rain falling down together and share our story about the rainbow that appeared again behind the hill.. πŸ™‚

  6. Mas Nug,
    Saya speechless kali ini…
    Melihat laut, Dermaga, Mesjid, Gunung, Langit, Kilau Matahari yang berpadu satu… juga “Membuatku bertanya kembali, sedang dimanakah aku saat ini..?
    Jika saat ini aja saya bisa merasakan getarannya, saya bisa membayangkan jika saya berada disana saat itu… jiwaku pasti akan terlarut dalam sekali…
    Luar biasa…
    Thank you for sharing Mas…

    Makasih kembali Ton. Senang bisa berbagi… πŸ™‚

  7. Subhanallah… indah sekali..
    Makasih ya Mas Nug. Aku sangat menikmati sajian nya ini… dan turut diingatkan atas keberadaanku dan diingatkan apakah aku sudah cukup bersyukur untuk semua yang telah Allah berikan padaku…
    Jadi malu menjawabnya… πŸ™‚

    Makasih kembali Tika. Ini tampaknya hal yang dialami oleh banyak orang (termasuk saya). Kita masih sering dan banyak kurangnya dalam mensyukuri nikmat (yang tak terhitung) yang telah diberikan Allah. Semoga kita selalu bisa saling mengingatkan ya..

  8. Tertegun..
    Terdiam…
    Terpesona..
    Terlarut..
    Tertunduk..
    Terima kasih Mas, telah dibagi suatu kenikmatan mata dan ketenangan jiwa, dan juga telah diingatkan…

    Tulisan & Fotonya, bagus sekali…

    Makasih kembali Asrul.. Senang bisa berbagi dan dinikmati..

  9. Kita boleh tertegun akan hiasan dunia yang begitu sempurna
    Tapi akan jauh lebih sempurna jika hati kita bisa menikmati,mensyukuri dan Ingat dengan PEMBERI SEAGALANYA
    Dimana disetiap lukisan dunia disugguhkan,tak lupa disisipkan,RUMAHNYA sebagai hiasan yang paling sempurna,dimana disana kita bisa belajar kebijaksanaan untuk lebih mengenalNya
    Untuk menyadarkan kita,dimanapun kita berdiri Tuhan itu selalu ada
    Sehingga saat manusia terbuai oleh nyanyian dunia,nyanyianNya akan jauh lebih merdu dan mendayu terdengar ditelingan insan yang percaya akan kebradaanNya

    Pic yang sempurna…

    Makasih sahabatku Aling.
    Aku selalu suka membaca bahasa jiwamu itu.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: