Renungan Pagi


Photobucket

By: ASN, Jakarta, 13 Desember 2008.

Sesungguhnya tak ada yang special hari ini. Aku tak sedang berulang tahun, tak diujung pergantian tahun, atau apalah yang sejenis itu, dimana aku biasa merenung dan mengevaluasi perjalanan hidupku.

Tapi ya, kebetulan salah seorang sahabatku berulang tahun kemarin dan dalam ulasan singkatnya yang jenaka, aku menangkap sesuatu statement singkat tapi sangat tajam yang isinya kurang lebih hanya menegaskan sebuah fakta, yaitu: ‘bertambahnya umur = berkurangnya sisa usia’. Lalu dia menghitung sisa masa hidupnya jika dibandingkan dengan usia hidup rata2 manusia Indonesia saat ini yang 65 tahun dan dia bilang, ‘wah.. berarti aku telah melewati setengah masa hidupku’, dan dia pun membahas apa yang telah dilakukannya dan bagaimana akan menggunakan sisa hidupnya itu.

Dan, secara spontan, aku jadi ikut merenung untuk diriku sendiri.. dan berhitung untuk angka sisa usiaku yang (secara perkiraan matematis) lebih singkat darinya….

Kadang semua kecepatan berputarnya waktu itu aku rasa gak sebanding dengan kecepatanku memperbaiki diri. Masih perlu lebih banyak waktu untuk memohon ampun dan membersihkan banyaknya dosaku. Masih sempatkah aku menghentikan langkahku kearah yang KAU larang dan hanya melangkah kearah yang KAU ridhoi, lalu berbuat kebajikan untuk menyeimbangkan segala kesalahan dan dosa2ku saat semuanya itu ditimbang kelak..?

Aku mencoba dan terus mencoba.. tapi waktu seakan berpacu lebih kencang… dan sisa waktuku semakin pendek saja. Sementara aku juga masih saja melakukan kesalahan dan dosa yang kadang berulang, itu2 juga. Kalau memang kutau itu kesalahan, mengapa aku tetap saja melakukannya? Nggak sadar.. nggak sengaja.. khilaf..nggak tau (ini gak mungkin banget).. nggak mau tau (mungkin ini lebih tepat)..??? Entahlah, bahkan mungkin malaikat pun sudah malas dan sebel mencatat alasanku untuk dosa-dosa yang kulakukan.

Kadang muncul juga rasa takut menyelimuti jiwaku…
Jika saatku tiba, sudah siapkah aku?
Terdiam…

Sudahlah..
Aku tetap harus positive thinking. Bukankah apa kata hati atau jiwa kita serta apa yang kita pikirkan juga doa bagi kita?

Sepanjang aku tetap berusaha semampuku, semaksimal kapasitasku, aku harus serahkan seluruh hasil ujianku ini padaMU disaat bel berbunyi kelak. KAU Maha Adil dan Maha Bijaksana ya Allah. Berilah yang terbaik dalam keadilan hakiki putusanmu untuk kehidupan duniaku kini dan akhiratku kelak. Amin…

*Foto Masjid Nabawi, Madinah.

19 Responses

  1. Assalami’alaikum,…
    wacchh..lom ada yang comment nie…
    berarti dede yang pertamaX ^.^
    salam kenal mas Nug

    Walaikumsalam wr wb.
    Wah.. hari ini kau dapat Piala Pertamax nih.. (buruan naik Podium sana, bisa foto2 bebas segala pose mumpung belum ada yang lain. Xixixi..) 🙂

    Makasih kunjungan ya..

    Salam kenal juga.

  2. sama Mas Noeg….
    kadang dede juga terjaga dilelapnya tidur malamku, di heningnya malam membuat renunganku terhampar jauh pada dosa2 yang pernah de lakukan…..yach seperti sebuah film biografi yang terus memainkan seluruh perasaanku….seketika itu juga keringat membasahi tubuhku dan rasa takut serta bersalah mulai menjalar disetiap bangian tubuhku,
    satu hal yang hanya bisa dede lakukan adalah menggelar sajadah dan bersujud kehadirat-NYA yang pada akhirnya bisa menyejukan hati serta fikiranku kembali….
    -mungkin memang itu adalah salah satu cara indah ALLAH S.W.T agar aku ikut serta dengan saudara2 yang lainnya untuk bangun “didenting yang indah”-

    Alhamdulillah kadang kita masih diberi kesempatan untuk peka dengan sentilan-sentilan kecilnya pada jiwa yaa.. Semoga jiwamu dan kita semua tetap diberi dan mendapat nikmat kepekaan itu yaa..

    Membayangkan kedekatan padaNYA saat terbangun lewat tengah malam dan bersimpuh.. berkomunikasi padaNYA.. Hm..

  3. Amin..

    Wah, aku juga jadi ikutan merenung nih Mas..

  4. Libur2 kesini siapa tau bisa pertamax.. eh sudah kesalip beberapa sahabat.. 🙂

    Renungannya dalem Mas..

    Terdiam….

  5. kita nikmati saja hidup ini sebaik2, semampu kita dan selurus garis yang telah Allah berikan, Pak Nug. kita biasakan semua amalan yang ditentukan mulai sekarang. semampu kita…mungkin itu yang bisa kita lakukan. selebihnya serahkan pada Ahlinya, Gusti Allah.

    apa kabar hari ini, Pak Nugroho ?

    Kabar baik sahabatku.. Kamu sendiri gimana kabarnya?

    Iya. Benar sekali.. Terima kasih catatannya sahabat.. 🙂

  6. Luruskan niat, terus ikhtiar dan berdoa..dan jangan lupa untuk ikhlas menerima setiap keputusan ALLAH… karena keputusan ALLAH adalah yg terbaik untuk kita, DIA Maha Tahu.

    Semoga kita semua selalu mampu mengisi sisa “masa kontrak” kita di dunia yg fana ini dengan hal2 yang menyenangkan Sang Pencipta..amiin.

    *semoga suatu saat nanti saya bisa berada di foto itu. amiin..

    Amin.. untuk doanya. Terima kasih sahabatku..
    Amin.. untuk doa dan harapannya berkunjung kerumah Rasulullah. Disana.. di Raudah.. (walaupun sering penuh sesak), sangat adem, damai dan dingin sekali sahabat… Terlalu gampang menjadi mahluk yang cengeng saat berada disana.. Gak peduli segagah apa sosok raga yang bersimpuh disana, kadang mutiara2 bening itu menetes dan mengalir begitu aja diujung mata tak tertahankan… Insya Allah Sahabatku.. Aku berdoa untukmu..

  7. Syukur sahabatnya menyadari bertambah umur = berkurangnya sisa umur… itulah mengapa saya bingung mencari padanan happy birthday dalam bahasa Indonesia, karena sejatinya tak ada tahun yang berulang kan?

    Doa saya untuk sahabat yang sedang berulang tahun…

    ##

    Jika saat itu tiba… yakin pada satu hal, jika saat itu adalah saat yang terbaik 😀

    ##

    Terima kasih telah mampir ke Agoyyoga dan AOE 😀

  8. tanpa dipikirkn pun, ‘saat’ itu pun pasti akan tiba…
    mm…antara mati dan hidup memang sangat tipis…
    tp Qta khan harus percaya, Qta pasti bisa memberi kontribusi yang baik untuk hidup ini…demi akhirat…amin…
    makasih y udah mampir ke blogQ
    salam kenal

    Hi Sarah..
    Salam kenal (lagi) juga.. 🙂

  9. Disana.. di Raudah.. (walaupun sering penuh sesak), sangat adem, damai dan dingin sekali sahabat… Terlalu gampang menjadi mahluk yang cengeng saat berada disana.. Gak peduli segagah apa sosok raga yang bersimpuh disana, kadang mutiara2 bening itu menetes dan mengalir begitu aja diujung mata tak tertahankan… Insya Allah Sahabatku.. Aku berdoa untukmu..

    Amiin ya Rabb…
    Makasih atas do’anya Mas 🙂

  10. betul,mas. Saat lagi sendirian, sedangkan anak2 dan istri sdh tidur,disaat itulah aku suka mengevaluasi diri ini.
    Bagi saya saat pergantian tahun maupun tidak pergantian tahun,mengevaluasi diri itu harus. Dan kapan saja.

    Betul dan setuju sekali sahabatku.. 🙂

  11. Hidup itu amanah…harus dijalanin sebaik yg kita mampu, selama kita baik2 saja semoga Allah memudahkan segalanya…begitupun dimudahkan saat malaikat mencabut nyawa 🙂

    semoga tetep semangat menjalani hidup dan selalu diberikan kemudahan ya mas….senang mengenal dirimu 🙂

  12. Hidup itu amanah…harus dijalanin sebaik yg kita mampu, selama kita baik2 saja semoga Allah memudahkan segalanya…begitupun dimudahkan saat malaikat mencabut nyawa 🙂
    semoga tetep semangat menjalani hidup dan selalu diberikan kemudahan ya mas….senang mengenal dirimu 🙂

    Amin.. Makasih Ria..
    Makasih juga sudah berkunjung kerumahku.
    Silahkan sering2 mampir kesini. Nanti aku bikinin teh hangat yaa.. 🙂
    Salam kenal,

  13. BILA SAATNYA TIBA……………
    Duhai Engkau Tuhanku yang memiliki segala ruang isi sanubari kami. Izinkanlah sekali saja dalam perenungan yang telah ditawarkan oleh Abangku akan selalu bisa mengena di gending telingaMu,duhai Tuhanku terkasih. Karena aku percaya seumpama rerumputan tingkah laku yang sudah ia sebarkan dilapangannya…… penuh dengan tanah kebajikan serta sedikit genangan kenakalan yang mungkin saja akan slalu bisa terhapus lewat rintik rintik air kasih sayangMu. Aku percaya surat wasiat nafasnya akan selalu dia tuliskan dengan tinta tinta yang mungkin saja (pernah) berwarna warni. Aku percaya akan ada perubahan yang akan selalu ia wariskan tuk ia titipkan pada senyawa senyawa lainnya yang mungkin masih mengharapkan kehadirannya di muka bumi ini!
    BILA SAATNYA TIBA
    Jadikan abangku sebagai hambaMu yang akan senantiasa berada dalam Rumah SempurnaMu, duhai Tuhanku. Baik nanti atau kapanpun Engkau jemput.

    salam hangat selalu

    Amin ya Allah..
    Terima kasih doanya sahabatku…
    Salam hangat selalu untukmu,

  14. Bang………………
    sebuah perenungan ini milik kita semua bang
    dan aku senang abang melakukannya.
    Aku suka dengan tulisan abangku

    salam hangat selalu

    (biasa bang……jika tak suka hapus OK)

    Terima kasih sahabatku..
    Aku selalu suka dengan dengan tulisanmu.

    Salam hangatku selalu untukmu,

  15. BERTAMBAH UMUR
    semakin dekat dengan cita2

    Hi Mas Ilyas..
    Terima kasih telah berkunjung kerumah saya.
    Salam kenal ya.. 🙂

  16. Kematian adalah cita-cita yang tidak pernah diucapkan manusia … dilupakan dan tak diinginkan kedatangannya. Tapi pernahkah terpikir bahwa kematian adalah saat pertemuan dengan pemilik jiwa kita …

    Bukankah setiap kekasih ingin bertemu kekasihnya… siap atau tidak siap pasti indah, lebih indah jika siap dengan sekuntum mawar.

    Untuk saya kematian adalah pertemuan dengan kekasih saya, semoga saya menjadi perempuan pilihanNYA untuk mengisi syurgaNYA.

    ALLAH, saya mencintaiMU …

    semoga saya menjadi perempuan pilihanNYA untuk mengisi syurgaNYA.

    Amin.. Insya Allah De..
    Doakan saya juga ya De. Tanpa ampunanNYA atas dosa2 saya, I’m not belong in heaven.. and I’m not sure if I can meet you there.. 😦

  17. benar pak…doa adalah kekuatan pikiran 🙂

    bisa kebalik justru Din..
    Apa yang ada di hati kita (kadang suara hati/jiwa, bisa berbeda dengan isi pikiran/logika kita) karena berada dalam frekwensi yang lebih mudah masuk dalam berkomunikasi ke Sang pencipta, adalah doa. Disana letaknya ‘keyakinan’ (atau sebaliknya keraguan) dan ‘keikhlasan’ yang hakiki.

  18. Gimana renungan paginya?

    malah membuat kita tersentak…kaget…Ya ampun,ternyata yang Tuhan berikan buat kita sudah cukup banyak,kebahagian juga sudah kita nikmati…tapi kadang kita juga lupa kalau Tuhan juga menitip saudara-saudar kita yang papa,yang menderitasekali-kali kita hibur,kita dampingi…atupun bahkan tanpa sadar kita menyakiti,melukai,membuat sesama tidak senang marah,benci…ataupu kesalahn lainnya.

    Aku juga larut dalam renunganmu,Mas Nug…semoga jika ada kesalahan yang tak kusengaja, maafkanlah diriku,sebelum aku terlambat untuk mengucapkannya,terimakasih atas segala kebaikanmu,semua…dan disisa pelayaran kehidupan kita,marilah kita sama-sama saling menegur jika berbuat kesalahan,saling mengingatkan jika terlalu terlena dengan angin duni,dan sama-sama mengingatkan untuk selalu ingat pada Yang Maha Kuasa…sehingga tak terulang kesalahan-kesalahan baru yang seharusnya tak terjadi…

    Terimakasih sahabatku Aling..
    Selalu senang mendapat kunjunganmu dan mendapat catatan bahasa jiwamu yang teduh itu.. 🙂

  19. Mas.. Aku senantiasa bersyukur diberi tambahan waktu untuk mencari bekal pada perjalanan nanti, namun tulisan mas Nug kembali membuat aku berhitung atas apa yang aku lakukan pada tambahan waktu itu…

    Terimakasih mas Nug tlah mau berbagi..

    Sahabatku Bidadari Erna, Aku senang bisa berbagi.. 🙂
    Makasih atas kunjungannya menjelang tengah malam kerumahku. Diluar bulan terlihat setengah, bersinar terang. Aku sedang mencoba mentransformasikannya dalam uraian kata…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: