Indahnya Keseimbangan Bulan Setengah


Photobucket

By: ASN, Jakarta, 5 Januari 2009

Saat lingkar oval orbit bulan mulai mendekat permukaan bumi
Bulan yang indah dengan cahaya terangnya memberi pelajaran nyata kehidupan
Bahkan bulan pun berubah bentuk menyesuaikan diri

Bulan Purnama yang selalu mengundang kekaguman atas kesempurnaan Allah, Tuhan Yang maha Sempurna
Dimasa awalnya, Bulan Sabit merefleksikan romantisme keindahan
Dan, diantara keduanya Bulan Setengah gambarkan keseimbangan alam semesta

Saat Bulan Purnama dan Bulan Sabit menjadi legenda
Banyak orang mengacuhkan kehadiran Bulan Setengah
Dititik justru dimana Allah menunjukkan keseimbangan alam yang nyata
Keseimbangan cahaya terang dan hitam kelam jagat raya

Keseimbangan siang dan malam
Keseimbangan pria dan wanita
Keseimbangan hati dan pikiran yang bersih dengan yang kotor
Keseimbangan raga dan jiwa
Keseimbangan cinta dan benci
Keseimbangan keanggunan dan kekasaran
Keseimbangan keramahan dan kemurkaan
Keseimbangan kesederhanaan dengan kerakusan
Keseimbangan memberi dan memiliki
Keseimbangan sperma dan sel telur
Dan semua keseimbangan lain

Ya, sesungguhnya keindahan Bulan Setengah itu telah mengajarkan
Bahwa Allah telah sedemikian adilnya menciptakan alam semesta
Dan semua benda telah diberi perannya masing-masing
Untuk bisa berubah melakukan penyesuaian
Untuk bekerja sama menghasilkan kehidupan yang terbaik
Bukan untuk saling menguasai dan merendahkan
Tapi untuk sebuah sinergi dalam keseimbangan yang indah

Saat Bulan Setengah itu melirik dan memberikan senyumnya ke bumi
Ia tertegun, melihat manusia yang saling mencakar
Memperebutkan dominasi dan superioritas, bentuk penjajahan dengan casing baru
Memperebutkan kekuasaan, persamaan hak dan bukannya keseimbangan hak
Manusia tidak juga mau belajar, melakukan perubahan dan penyesuaian diri
Tak peduli atas tersedianya keindahan sinergi keseimbangan

Akh.. bulan pun malu melihat kebodohan manusia
Ia kadang menyembunyikan malunya dibalik gumpalan awan tebal
Namun ia tetap hadir dan selalu hadir disana
Sampaikan salam Sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Tuhan yang selalu memaafkan umatnya yang datang mendekat bertobat padaNYA
Bulan itu tetap disana, berbagi cahayanya terangi malam..

    *Foto “Bulan Setengah” diambil dari rumahku di Jakarta, tanggal 4 Januari 2009, Pukul 22.15.

38 Responses

  1. YESS!!! PERTAMAAXX….

    Xixixi… SELAMAT yaa..πŸ™‚

  2. KEDUAXXX diakuisisi..!!πŸ™‚

  3. KETIGAXX dikeruk!! HETRIIXX…

  4. QUATRIXX JABRIXX…πŸ˜€

  5. Sundul lagi AH!! *clingakclinguk sapa tau ada yg mo nyuri start* SERAKAH@RAKUS.COM

    Wah.. sepertinya Sahabatku Fatrur masuk langsung sesaat setelah posting dan sahabat-sahabat lain sudah mulai terlelap…. Bisa sampai Double Hetrixx gituh.. Jikakakak…:D

    Yaa udah ini aku buatin Kopi Ginseng + Roti Bakar (isi Coklat & Keju) yaa..πŸ™‚

  6. bingung mo tidur insomnia gi mngunci mata. komentar ke posting ntar nmr tujuh…

    tengaktengok, sang tuan rumah –bang Nug mksudnya– udh terlelap. ada celah u/ nyolong Binjai-nya nih :))

    Wah.. Telat Sahabatku, Sepertinya kemarin anak2 tetangga pada manjat dan pesta pora menhabiskan sisa2 Rambutan Binjai-nya itu..πŸ˜€

  7. seimbang. keseimbangan lbh sukar diperoleh ketimbang menghancurkannya?
    keseimbangan itu jg bkn melulu tanpa gejolak. karena Tuhan itu memberi petunjuk dgn caraNYA sendiri dan unpredictable. min haitsu laa yahtashib… *Kopi Pasta dri blog pribadi :))

    Duh, komennya bersmbung deh, bang. mndadak ngantuk…

    Kau benar sekali sahabatku. Pencapaian keseimbangan itu bukanlah hal yang mudah. Dan, akan banyak ujian untuk bisa mencapai equaberium level keseimbangannya itu (yang bisa berbeda-beda kadarnya untuk tiap orang). Namun jika berhasil, dilakukan sinerginya akan mengalirkan energi positif yang luar biasa.. Worth to try..πŸ™‚

    PS: Gak tidur nih..?

  8. Yaaaa mas rabindrasahara, kok diborong semua….. “kesel mode:ON”

    Kata-Kata terakhir
    “Akh.. bulan pun malu melihat kebodohan manusia
    Akhirnya ia memilih bersembunyi dibalik awan tebal diangkasa”

    Walau bulan tahu manusia itu bodoh… tapi dia tetap memberikan cahaya malam dengan rasa tulus dan iklas… itu yang seharusnya di contoh oleh kita sesama umat manusia….πŸ™‚

    Sahabatku Bujanglahat,
    Aku suka sekali pendekatanmu yang lebih positif. Makasih yaa.. Kebetulan, aku telah me-rephrase bait terkahir puisiku..πŸ™‚

  9. Pagi Mas Nug..
    Hari ini mulai kerja lagi yaa..?
    Aku selalu senang lihat Bulan.. tapi lebih senang saat sudah bulat penuh.. Bulan Purnama..πŸ™‚

    *Siap2 ngantor ah..*

    Bulan Purnama emang lebih indah yaa..
    Hanya aja aku mencoba menangkap makna yang berbeda pada setiap pergantian bentuknya itu, Bidadari Asti..πŸ™‚

    Selamat kerja yaa. Tahun baru, SEMANGAT baru yaa..!!

  10. Dan tak hanya bulan yang tetap hadir di sana, setia menemani manusia, para bintang pun tak pernah bosan menemani sang bulan, dan tentu juga menemani kita..

    Aku lebih suka melihat bintang daripada bulan, Mas Nug.. Tak mengapa, kan?πŸ™‚
    Tapi, di Jakarta, tempat tinggalku sekarang, agak susah melihat bintang-bintang bertaburan di angkasa. Lain dengan tempat asalku yang nun jauuuh disana..

    Tak mengapa Sahabatku Fairuz.. Bintang juga punya keindahan tersendiri, apalagi kita dilihat dengan teropong bintang, bisa jadi sebuah bintang adalah suatu Galaxi tersendiri…

    *Jadi inget jaman dulu suka ada istilah Bintang Radio.. XixixiπŸ™‚

  11. Wah.. aku tidur nyeyak sekali tadi malam Mas.. Siap2 buat kerja lagi hari ini..

    Btw itu kok sudah bisa cukup dapat detail kontur bulannya segala. Pakai tele ya Mas motonya?

    Met kerja ya Mas..πŸ™‚

    Yup, aky pakai zoom 200mm sahabatku Tony.. Kalo aja punya zoom 400mm pasti aku bisa dapat gambar yang jauh lebih detail.. Tapi itu pun aku sudah cukup senang…πŸ™‚

    Selamat kerja yaa.. Tahun Baru, SEMANGAT baru yaa…!!πŸ™‚

  12. Keseimbangan… hmm susah diwujudkan setara keadilan, ya laksana Bulan sebagai penyeimbang hari, meski hanya media pantul … tapi pernahkah kita sadar seutuhnya betapa Maha murahnya Allah kepada kita bahkan di gelap malam Dia ttp menaungi, membimbing dgn sinar keteduhan dan tak membiarkan manusia tersesat di gelapnya mlm….(nglantur neh…)

    Hm.. aku suka sekali kata2mu itu Sahabatku..πŸ™‚

  13. bang….
    pagi sudah minum kopi?
    semangat ya bang
    nanti blue akan balik lagi
    salam hangat selalu

    Sahabatku Blue.. kau lagi ngumpet dimana..?? Buruan balik kerumah deh.. itu banyak yang pada ngumpul2 dipekaranganmu nungguin cerpen berikutnya…πŸ™‚

  14. saya suka bulan purnama dg lingkaran cincinnya..

    Sepertinya hampir semua orang akan sependapat, Sahabatku.. Bulan Purnama emang lebih indah yaa..πŸ™‚
    Kali ini, aku hanya aja aku mencoba menangkap makna yang berbeda pada setiap pergantian bentuknya itu..πŸ™‚

  15. Wah tulisan mas nug laris manis seperti kacang goreng… sampai-sampai ada yang begadang untuk mendapatkan pertamaxπŸ™‚
    *Mood on*
    Allah maha pengampun… dan kita disuruhnya belajar dari fenomena alam yang terjadi, salah satunya dari bulan setengahnya mas nug…
    Seperti halnya Yin dan Yang, Allah menciptakan segala sesuatunya dengan berpasangan, Dia tak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia, sebagai mahluk yang berakal kita diminta untuk mempelajari dan menemukannya…
    *Wah sok bijak banget nih Ndut*πŸ™‚

    Akh.. kau memang bijak sekali kok, Sahabatku Abi..πŸ™‚

  16. romantis n religius di combine !

    Hm.. kali ini aku merasa unsur romantismenya gagal (gak bisa) terekspresikan dengan enak dan mengalir, sahabatku…

    Apa mungkin jika kutambahkan nuasa Petir yang menyambar-nyambar di angkasa, kira2 akan menjadi lebih romantis gak yaa..?πŸ™‚

    *Kabuuuur akh.. sebelum dikirimi petir… [maaf canda ya Sahabatku..]πŸ™‚

  17. yang seimbang emang indah tapi DINDA lebih suka full moon terang banget kek na bisa bikin dinda tenang

    Bulan Purnama emang lebih indah Bidadari Dinda.. Kali ini aku hanya mencoba menagkap makna dari berbagi perubahan bentuknya itu… Ntar kalo bulan pernama, mudah2an bisa dapat ide nulis lagi yaa..πŸ™‚

  18. Mas Nug.., fotonya diambil pakai kamera SLR atau teropong bintang ?πŸ˜›

    Yup Aku pakai Camera Digital SLR + Zoom 200mm, Bidadari Wia..πŸ™‚

    Iya, tadi malam juga nampak dari rumah saya, tapi nggak segede itu..:mrgreen:
    Tadi malam bulan tampak separuh, sempurna, terang, dan langit cerah. Disampingnya bertaburan bintang2, tapi satu yang paling terang, siapa lagi kalau bukan Venus (si bintang kejora). Wia rasa venus tampak lebih indah dari Antares (Bintang merah, rasi scorpio). Selain itu selubung awan putih tipis membut suasana malam jadi semakin romantis.

    *sekin lalporan cuaca hari ini*:mrgreen:

    Makasih atas laporan cuacanya yang indah, Sahabatku Bidadari Wia..πŸ™‚

  19. Apakah Adil itu adalah wujud dari keseimbangan?

    Jika aku ditanya, jawaban singkatnya, Ya. Adil adalah wujud keseimbangan. Adil tidak bisa diartikan sama rata atau sama rasa. Adil adalah proporsional.. Apakah kau sependapat Bidadari Ria..?

    Mas Nug, ngambil foto2nya sendiri, pake kamera apa mas??? hobby foto juga ya? disini aku gabung sama Pasjepret…komunitas orang2 hobby fotonya Pekanbaru, aku ndak punya kamera sih tp bantuin mereka dari sisi teknis webnyaπŸ˜€ main2 deh mas ke http://www.pasjepret.net

    Aku pakai Canon D40 + Zoom 200mm yang dilengkapi stabilizer, Bidadari Ria..:) Hm.. ada komunita Photo di PKU yaa.. Ok. Ntar aku main2 kesana yaa..πŸ™‚

  20. Hidup itu belajar..
    Bahkan lewat bulan pun kita bisa belajar sesuatu ya hehe.. Entah gimana kl malam tanpa bulan.. guelap pastinya.. =P
    Salam kenal!

    Hi Sahabati baruku Bidadari Bebe.. Makasih sudah berkunjung kerumahku yaa..πŸ™‚
    Yup, kau benar sekali malam tanpa bulan, pasti akan gelap gulita..

    Salam kenal juga yaa..πŸ™‚

  21. Bagus banget! Ingat kue terang bulan..!

    Makasih Bidadari Shanty..πŸ™‚

  22. Waduh kalah set sama rabindrasahara nih, habis tadi malam KO berat. Mas Nug, cahaya bulan itu kamuflase ya..? Bulan sekedar memantulkan cahaya Matahari….. nanti, bahas tentang Matahari juga dong… (Matahari bisa di photo?)

    Kamu benar Sahabatku. Bulan sesungguhnya hanya memantulkan Cahaya Matahari saja (bukan sinar yang berasal dari dirinya sendiri). Itulah sebabnya sisi lain (belakang) dari Bulan selalu gelap…

    Membahas Matahari.. Hm, aku suka sekali tuh.. Ntar yaa, kapan2 kita bahas sendiri.. Dalam beberapa tulisanku yang sebelum ini aku pernah nulis yang berkaitan dengan Matahari Terbenam juga sih.. Walapun cuma nyengol, gak membahas tentang Mataharinya itu sendiri.. Mentari Terbenam di Pantai Sengigi ini adalah salah satunya.. πŸ™‚

    *Hm.. Jadi ingat ada seorang sahabat yang kadang memanggilku dengan sebutan itu..πŸ™‚

  23. Mas Nug.. aku ingat puisi yang pernah kuterima saat gerhana bulan total akhir agustus 2007..
    Kalau gak salah ada penggalan gini ..

    …………………….
    Ketika bayangan hitam lewat..
    Kucuri rembulan itu..
    Dan kusimpan dia dalam hatiku…

    …………………………
    aah… kok jadi sok romantis..
    Nyuri rembulan aja nunggu gerhana yha Mas..?

    Hm.. Asyik banget yaa dapat puisi begitu saat Gerhana..
    Pasti tuh orang nge fans berat sama Bidadari Erna yaa..?

    Tapi feelingku itu orang masih tergolong amatir…
    Kalo udah pro, nyuri nya pasti di siang bolong saat lagi rame..

    *Kabuuur sebelum dilempat sendal… Jiakakakak…πŸ˜€

  24. Mas Nug, tadi ketika memarkir mobil saya dihalaman rumah saya melihat bulan sabit tersenyum kepada saya dan saya membalas senyum indahnya sambil terus mengucap ‘Assallamuallaikum wahai ciptaan ALLAH”

    Indahnya malam ini … ayo mas ambil kursi dan kita duduk diteras sambil memandang indahnya ciptaan ALLAH yang satu ini.πŸ™‚

    Mau mas, temani saya?

    Hm.. mau banget Bidadariku, Ade..:)
    I’, on my way back home from the office.. ntar aku mampir bentar, kita bisa ngobrol tentang indahnya bulan dan indahnya kedekatan dengan NYA..
    Buatin Teh Hangat seperti biasa yaa De..πŸ™‚

    * Sambil senyam-senyum beberapa sahabat pasti begitu denger ini, langsung nongol duluan di rumahnya Bidadari Ade ikutan ngumpul dan minta minum juga. Gak bisa liat orang seneng dikiiiitt. aja… Jiakakakak…πŸ˜€

  25. Dalam banget pemaknaanya. Namun aku lebih suka mentari pagi dan bintang. Mungkin karena itu menjadi nama surat dalam Al Qur’an.

    Mas jangan mau menemani mba Rindu kalau cuma berdua. Bukan mahramnya. Ajak aku juga he he he biar setannya pergi gitu. Aku disuguh air putih saja cukup kok. Namun, kalau Mas Nug maksa aku minum teh hangat ya aku terima dengan ikhlas (he he he).

    Hahaha… jangan khawatir sahabatku. Kejadiannya akan selalu jadi rame2 karena begitu denger ada acara minum teh atau makan2 gitu (apalagi di terasnya Bidadari Ade yang jam berapa aja gak pernah sepi) biasanya para bidadari dan sahabat lain tiba2 aja udah ramai berkumpul.. Kalau lihat beberapa postinganku yang lain, itu juga udah kejadian beberapa kali dipekarangan (imaginer) ku dan acaranya ramai juga… Xixixi..πŸ˜€

  26. Fotonya indah sekali…..
    Melihat bulan sering menimbulkan orang menjadi romantis, dari berdendang riang, sampai berpantun rindu dendam?
    Mungkin karena situasinya yang magis?
    Namun….
    Melihat matahari merekah lebih menimbulkan semangat, untuk memulai hari dengan berbuat sesuatu yang lebih baik dibanding kemarin….

    Akh.. komentar Bidadari Bunda Enny menunjukkan sosok seorang manusia bijak yang sarat pengalaman dan sudah tinggi jam terbangnya menjalani kehidupan..πŸ™‚

  27. Begitulah manusia…

    Sisi luar lebih mudah terlihat

    Sisi dalam kadang malah dicurigai…terselubung dan sulit terlihat dengan kaca mata biasa

    Sesungguhnya…yang sulit terlihat itulah…keindahan sesungguhya ataupun kekuarangan sesungguhnya

    Sesungguhnya bulan pun begitu..dia tetap saja utuh

    Tapi mata kita sulit untuk menyelami dan melihat sesuatu dengan kesungguhan dan utuh

    kadang mata kita pun salah memberi penglihtan sehingga salah penilaian

    Kadang hati kita juga salah mengartikan

    Kadang jiwa kita juga salah menggarahkan

    karena kita memang manusia biasa…yang memiliki keterbatasan

    *Mas Nug sungguh indah bulan purnama tadi malam…yang engkau abadikan disini…terimakasih akupun akhirnya bisa ikut menimakti…kebesaran Ilahi ditaman rumah mayamu ini !*

    Makasih kembali sahabatku Bidadari Aling. Senang bisa berbagi dan dinikmati..πŸ™‚

  28. Adakalanya keseimbangan itu harus bersama agar memiliki nilai dan melengkapinya satu sama misalnya si bos dan pengikutnya… kalo gak ada pengikut, nilai bosnya ilang dong hehe…..
    Keseimbangan itulah yang jadi titik tolak penentu arah
    antara yang yang harus dan tidak seharusnya….
    haqq dan bathil….menawarkan warna agar kita dapat membedakan dan memilihnya…

    Akh.. apa yang kau ucapkan itu sangat betul sekali Bidadari Rita.. Makasih yaa..πŸ™‚

  29. Saya sempat bengong juga dengan bulan yang tepat separuh, kemaren. Hampir ga mau pulang. Trus di pinggirnya bintang dua buah terang sekali, tapi setelah diperhatikan lagi, bintangnya ternyata banyak…
    Tapi kok rasanya sedih sekali ya…

    Hi Sahabat baruku bidadari Temon (boleh aku panggil Rinrin ?). Makasih sudah berkunjung kerumahku.. Salam kenal yaa..πŸ™‚

    Hm.. memandang ke angkasa luas gelap tak berbatas itu kadang memang sering bisa melarutkan jiwa, keruang hampa udara itu.. Tapi jangan sedih sahabatku, karena mestinya gak lama lagi akan Bulan Purnama dan bulan akan bersolek indah, tampil dengan PDnya..πŸ™‚

  30. Walaupun bulan setengah tampak indah, bukankah akan lebih indah kalau bulan penuh atau bulan purnama?

    Yup. Aku setuju sekali sahabatku. Menurutku Bulan Purnama merefleksi keindahan yang luar biasa. Tapi masing-masing punya nilai filosodi tersendiri dibalik bentuknya itu..πŸ™‚

  31. ehmmm… jadi maksudnya kalau mas Nug.. nyurinya pas siang bolong lagi rame gitu?

    Bulan kan adanya malem Mas..? Kok nyurinya siang..

    Trus kalau berhasil nyurinya dan dibawa kabur dengan Ducatinya, aku tinggal dimana dong?….
    Bidadari kan tinggal di Bulan…

    (Wis.. nggak pantes blas,. Wong bidadari kok cengengesan gini ..?!!)

    Hahahaha… Maling Ayam pasti malam2 Bidadari Na.. Tapi kalo maling duit negara (Koruptor) siang bolong malah kerjanya.. Makin pro makin bisa kapan aja..

    Jiakakak.. gaknyambung.com sekali yah..πŸ˜€

  32. hanya seberapasoranglah yang bisa menyempurnakan postingan seperti ini.membentuk setengah oval namun melimpahkan segenap ketakjubpan kasat mata yang terperangah dalam ciptaanNya. Dan sempurnalah keistimewaan postingan ini saat aku sadar bahwa ternyata hanya angkulah yang bisa memberi nilai lebih dalam postingannya ini.
    selamat pagi
    salam hangat selalu

    Akh kau kadang memang mampu melihat jauh dibalik dimensi kasat mata Blue.. Selalu ada rahasiaNYA dibalik semua bentuk ciptaanNYA khan..?

    Salam hangat selalu Blue..

  33. bang…………
    aku lebih suka banget postingan abang yang ini dari semua postingan yang baik milik abangkuini.
    salam hangat selalu

    Makasih Sahabatku Blue..πŸ™‚

    Salam hangat selalu,

  34. Love to read this post…

    it makes me do a lot of thinking…..
    everything need to be balance and equally fair…
    to ourselves….
    and to others…

    *still on the search…πŸ™‚

    • Thank you for the visit Katrina. Hm.. it makes you do a lot of thinking yaa..? Don’t over do it yaa.. Ntar keningnya berkerut-kerut dan gak bisa disetrika kalau jadi kusuttt… Xixixi…

      Best regards,πŸ™‚

      • Isskkk…kalau emang udah tua, kerut2 itu tak akan bisa pergi..

        hahahaπŸ˜€

        Thank you mas…best regards too..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: