Perempuan Indonesia


Photobucket

By: ASN, jakarta 27 April 2009

    Sebenarnya saya sudah menulis sebuah artikel tentang ini, pada tanggal 21 April lalu, namun entah kenapa terhapus. Coba saya tulis lagi (walaupun hasilnya pasti berbeda), karena saya hampir gak bisa nulis sesuatu yang sama 2x.. 😀

Hari ini (21 April 2009) perempuan Indonesia memperingati Hari Kartini. Tokoh yang difigurkan menjadi pendorong gerakan emansipasi perempuan Indonesia dan gerakan menuntut “kesetaraan hak” dengan kaum pria. Sengaja aku menegaskan kata kesetaraan itu karena, dalam prakteknya, beberapa gerakan perempuan menginterpretasikannya sebagai “kesamaan hak”, dan (menurut saya) keluar dari rel perjuangannya yang hakiki dan sekedar menjadi gerakan dan komoditas politik perjuangkan hak perempuan (tanpa mempersoalkan kewajiban, kodrat dan kualitas).

Pernah tau ada Perempuan Indonesia Calon Astronot pertama Indonesia..?
Pernah tau ada Perempuan Indonesia yang sempat menjadi Presiden..?
Pernah tau ada Perempuan Indonesia yang jadi Menko Ekuin atau Menteri lain..?
Pernah tau ada Perempuan Indonesia yang jadi Gubernur..?
Pernah tau ada Perempuan Indonesia yang menjabat sebagai Kapolda..?
Pernah tau ada Perempuan Indonesia yang memperoleh Medali Emas Olimpiade..?
Pernah tau ada Perempuan Indonesia yang jadi Pilot, Hakim, Dokter, Lawyer, Banker, CEO, Penulis terkenal, Pengusaha, Pembalap, dan lain2 profesi yang “wah” dimata masyarakat..?
Ada banyak bangsa (termasuk dinegara maju sekalipun) yang kaum perempuannya belum mendapat kesempatan seluas itu.

Aku tidak bermaksud memarginalkan disisi lain adanya image Perempuan Indonesia yang identik dengan TKW dengan berbagai eksesnya di beberapa negara tetangga dan di Timur Tengah karena memang itulah yang kita ekspor dan membuat kita terkenal. Atau perempuan2 (yg sesungguhnya senasib dengan kaum pria) yang bekerja sebagai buruh kasar di berbagai pabrik di tanah air.

Aku juga gak ingin membahas sosok Kartini sebagai istri keempat seorang pejabat tinggi (Bupati Rembang) saat itu dan issue poligami yang sering kali akrab dengan para pejuang gerakan perempuan Indonesia, karena masih merupakan fenomena yang banyak terjadi di Indonesia dan selalu hangat hingga saat ini. Padahal sudah hampir dapat dipastikan saat ini perempuan Indonesia hanya mengenal kisah Siti Nurbaya sebagai sejarah. Saat ini mereka mempunyai kemerdekaan seluas-luasnya, menjadi apa saja (lihatlah berbagai profesi terhormat perempuan Indonesia di atas), termasuk memilih apakah bersedia menikah dengan seseorang pria atau menjadi istri kedua, tiga dst.

Agak bingung juga mengapa, pada rame2 mengenakan kebaya, saat perjuangan perempuan2 itu menuntut mereka melepaskan kebayanya dan menggunakan berbagai busana lain yang dinilai sebagai busana modern sesuai profesinya atau tugasnya yang baru sebagai Perempuan Indonesia abad ini..? Beberapa kegiatan malah menuntut busana minim untuk menilai ‘keindahan’ perempuan dan perempuan Indonesia juga memperjuangkan diri untuk bisa ikut serta disana. Kaum pria, tentu saja diuntungkan, senang dan menikmatinya.. Xixixi :mrgreen: (*Ditimpuk..!!*). Namun biarlah semua itu menjadi bahan evaluasi kaum perempuan Indonesia.

Saya termasuk pendukung gerakan emansipasi wanita dalam arti kesetaraan hak dan bukan persamaan hak, apalagi persaingan atau perebutan hak. Kaum pria (dan menurut saya, dan juga keluarga) banyak diuntungkan dengan hadirnya perempuan2 yang pintar, profesional, setara dan mandiri.

Sesungguhnya ada hal2 yang memang hanya dapat dilakukan Perempuan dan tidak bisa dilakukan oleh kaum Pria. Dan, itu adalah kodrat yang memang telah diciptakan Allah untuk manusia yang berbeda jenis kelaminnya. Masing2 mempunyai fungsi dan peran sendiri2 dan perpaduan keduanya sebagai sebuah sinergi akan menghasilkan kehidupan yang sempurna, saling melengkapi dan indah.

SELAMAT HARI KARTINI, perempuan Indonesia.. 🙂

18 Responses

  1. saya juga tidak suka feminisme yang lalu melawan kodrat sebagai perempuan.

    EM

    Pagi bidadari Emiko.. Hm.. balancing itu paling ideal yaa.. 🙂

  2. busana minim itu seni . . katanya . . . virus barat sudah menyebar dengan cepat pak

    Sesungguhnya aku gak begitu yakin kalo itu asalnya dari budaya barat sahabatku Masnoe.. Sepertinya budaya kita juga kental dengan keminiman atau keterbukaan (baju terbuka, maksudnya 😀 ). Jika jalan ke desa2 atau pasar2 tradisional di Jawa, dulu, lihatlah mbok2 yang jualan dgn menggunakan BH doank.. (walaupun bawahnya pake Jarik sih..), atau suasana yang sama di Jawa dan Bali jauh sebelumnya lagi yang wanitanya dengan bebas bertelanjang dada. Diwilayah lain yang masih agak terisolasi, malah sampai sekarang tuh… 😉

  3. 100 buat Mas Nug..!! Aku setuju sekali. Kesetaraan dan bukan Kesamaan. Mana bisa sama sih.. khan basicnya juga perempuan dan laki-laki udah laen.. 🙂

  4. Nambahin, ketinggalan Mas..
    Aku juga gak suka melihat sosok perempuan yang tampil hanya sekedar karena anak siapa, tanpa didukung oleh “kualitas” dan akibatnya gak bisa menunjukkan atau menampilkan sosok perempuan Indonesia masa kini yang seutuhnya..

    Maaf mas, mumpung situasi politik masih anget.. 🙂

  5. Kata si sulung,
    ….”jika orang sepintas melihat ibu, kelihatannya ibu tipe wanita karir yang menuntut kesamaan hak…padahal ibu selalu ada jika aku dan adik memerlukan, ibu masih mendongeng kala aku dan adik masih kecil, dan mengobrol saat kami sudah remaja, juga masih mencium pipi kami biarpun kami bau apek…
    Aku bangga punya ibu, yang mau meluangkan waktu untuk kami, walaupun ibu sudah lelah bekerja…”

    Hahaha…komentar yang lucu dari anak sulungku

  6. Aku cuma mau bilang Setuju sekali Mas..

    Tapi itu soal pakaian minim jangan disindir-sindir.. ntar kalo gak ada pemandangan gitu lagi aku juga yang rugi…. Hahahaha :mrgreen:

  7. Perempuan, Makhluk ALLAH Yang Paling Tangguh…

    Perempuan adalah makhluk Allah yang sangat tangguh.
    ……

  8. Btw, Mas Nug masih nyimpen uang lama yah? 🙂

  9. Kalau perempuan Indonesia meniru dua hal saja dari Kartini … doyang membaca suka menulis … itu sangat bagus (juga laki-laki he he).

  10. Yang pasti
    Perempuan Indonesia tetap membuat bangga kaum lelaki
    Karena kiprah positifnya adalah kontribusi nyata bagi negeri ini

    Salam salut sobat

  11. Aku bangga menjadi Perempuan Indonesia. Aku melihat negara ini telah memberi ruang gerak yang sangat luas bagi kaum perempuan Indonesia..

    Namun aku sangat setuju dengan kodrat dan sinergi yang mas nug kemukakan.

    Maju terus perempuan Indonesia..!!

  12. Tapi ngomong2 kenapa Foto Kartini yang sudah segitu size-nya yang dipilih jadi gambar di uang kertas kita yaa..? Apa dipilih yang “berat” agar keliatan lebih “berbobot” gitu yaa..?

    Udah akh.. makin ngaco, gara2 gak jadi ke Gym tadi pagi..!!

    *Ampuun mas Nug, aku jangan dilempar pakai segepok uang Kartini gitu… Kalo yang segepok yg gambar Soeharto boleh deh..* :mrgreen:

  13. tergantung perempuannya juga pak Nug bagaimana menyikapi emansipasi…
    saya setuju kesetaraan, kalo persamaan.. weh pria wanita kan emang beda kalo mo disamain ya susah.. 🙂

  14. wah,, untuk perempuan ind0nesia yak, nisa termasup gak ya, wiikikik,,

    nisa = wanita , hayyah :mrgreen: ,

  15. De selalu merasa bahagia & bersyukur dilahirkan menjadi seorang “Perempuan”, karena dari itu de selalu menikmati setiap proses dari ‘kewanitaan’ de yang terus de rasakan hingga saat ini, dan berharap de dapat merasakan jadi “Wanita Seutuhnya” suatu hari nanti, Amien…… 😀

  16. Perempuan.
    Adalah betul kata dasarnya “empu”
    Sekedar menambahkan keharusan kita.

    Ada Ibu Pertiwi tak ada Bapak Per-apa pun
    Ada Ibu Kota tak ada Bapak Kota,
    Ada Ibu Kos tak ada Bapak Kos
    Ada Induk Semang tak ada Bapak Semang
    Ada Kapal Induk tak ada Kapal Bapak
    Ada Motherboard tak ada Fatherboard
    Ada First Lady tak ada First Gentelemen
    Ada-ada saja perempuan itu.
    Tak salah kata dasarnya “empu”
    Ada Nenek Sihir tak ada Kakek Sihir.

    Menurutku kemajuan suatu Negri
    Tergantung pd kualitas perempuannya
    Please cek!

    Salam Maya!
    NB:
    Mampir Dad!
    Inspirasi (Sasie Kirana) sudah kubuat.

  17. masih terus belajar menempa diri agar menjadi “kartini sesungguhnya” di masa kini dan masa datang, amien…

    Amiin.. 🙂

  18. […] Wanita yang cantik tanpa peribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: