Berteduh dibalik bayangan…


Pasir Putih about 14 km from Tapan

By: ASN, Jakarta, 5 Juni 2009

Saat terik mentari begitu panas
Dan pancaran silau cahayamu terasa begitu tajam
Aku melihat bayangan hitam yang terasa teduh

Spontan, aku pun beranjak dan mendekat
Menikmati keteduhan dibalik bayangmu
Namun, sesaat mentari berada diposisi lain
Dan walaupun kau gak bergerak, bayangmu bergeser
Dan aku harus menyesuaikan diri dibalikmu

Sampai disuatu titik, bayangmu terlalu kecil atau menghilang
Dan aku kembali berhadapan langsung dengan kehidupan
Tersadar, hakekat sebuah bayangan..

Pernahkah perhatikan, bahwa kita sering secara spontan berteduh dibalik bayangan saat berada ditempat panas? Dan sesungguhnya itu hanya untuk “sementara” dan untuk mendapatkan kenyamanan. Seharusnya kita membuat/memiliki sebuah rumah dan masuk jika ingin menikmati keteduhannya secara lebih permanen..

Seri Kelima dari Oleh2 Perjalanan Bengkulu-Sumbar 2009

    *Foto “Berteduh dibalik bayangan” diambil di Pantai Pasir Putih, Kambang (sekitar 160 Km dari Padang), Sumatra Barat, pada tanggal 22 Mei 2009, pukul 13.41 WIB.
Advertisements

12 Responses

  1. Didunia yang fana ini, sesungguhnya tidak ada yang abadi. Secepat apapun kita berlari…dan kuat apapun kita bertahan…pasti akan sampai ke satu titik dimana kita harus duduk dan beristirahat. Seperti ungkapan mas nugroho, bahwa bayangan kita tidak akan selalu berada di satu sisi, cepat atau lambat pasti akan bergeser kesisi lain. adalah perumpamaan dari nikmat sesaat.
    Mungkin yang terpenting adalah agar kita memahami bahwa apapun yang telah kita gapai saat ini, bukanlah milik kita selamanya.
    Mas Nugroho…., masih ada tempat bagi saya untuk sekedar menjadi sahabatmu….?

  2. Siang Mas.. Aku numpang ngadem (bukan berteduh) dirumah (bukan dibayangan) Mas Nug bentar yaa.. Enak disini adem.. ACn ya merek apa sih..? 🙂

  3. Wah.. PERTAMAX yah..? Jarang2 nich… Kalo gitu, sekalian minta Es Teh Manis donk Mas.. Haus nih… Hahaha :mrgreen:

  4. kan namanya berteduh mas
    bukan bermukim
    hihihi

    (kali ini komentarnya ngasal gpp ya mas…capek nih abis kerja hehehe)

    EM

  5. Melanjutkan komentar mba’ Emi, berteduh bisa dimana saja, tapi tempat bermukimku yang teduh, dan yang siap menerimaku kapan saja hanya di wijayakusuma mas.

    Love, Cindy.

  6. Bumi terus berputar..
    Hidup terus berjalan..
    Kalo udah capek jalan ya istirahat sejenak di rumah.. 🙂

  7. Renungan yang indah…
    Kadang saking teduhnya manusia gak sadar hidup dibawah bayangan..atau bahkan ada yang hidupnya hanya mengejar bayangan..
    Sy suka sama tulisan om yang ini..

    – adit –

  8. Berteduh memang untuk sementara, sebagaimana halnya kehidupan di alam fana ini

  9. aku menikmati tulisan ini…

    aku juga bisa berteduh sebentar sambil kipas2 …walau kutahu setelah itu mesti terus berjalan…meskipun panas…

    sebuah renungan yang indah mas Nug! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: