Gazebo Kosong di Puncak Bukit

Empty Gazebo at the Hill Peak

By: ASN, Jakarta, 21 Agustus 2009

Hamparan rumput hijau
Pesona danau dan alam indah
Butiran embun pagi mulai menghilang
Angin kencang dan dingin udara pegunungan
Sebuah Gazebo dan kursi2 kosong di Puncak Bukit itu

Hm.. Gazebo kosong dan beberapa kursi di Puncak Bukit yang dari sana memberikan pemandangan menakjubkan Danau Toba yang indah.. Ada sahabat yang mau ikut duduk minum kopi hangat bersamaku disana..? 🙂

    *Foto “Gazebo Kosong di Puncak Bukit” ini kuambil di Prapat, tanggal 14 Agustus 2009 pukul 07.49 WIB.

Selamat Datang Ramadhan

Pesona Mesjid

By: ASN, Jakarta, 20 Agustus 2009

Menyusuri kehidupan sibuk, hari demi hari
Tak terasa kini kau datang menjelang
Perubahan suasana yang tiap kali, membekas dalam

Dalam kehikmatan orang-orang berpuasa
Tak berpikir jauh dan muluk untuk penghapusan dosa yang menumpuk
Sekedar sebuah upaya menjadi manusia yang lebih baik

Bulan, dengan aura relegius yang kental
Suara Adzan atau orang mengaji, getarkan sanubari
Jiwa-jiwa tenang, dalam sujud-sujud malam
Continue reading

Keindahan = Kebahagiaan ?

Toba Lake 08

By: ASN, Jakarta, 19 Agustus 2009

Ketika melihat keindahan secara spontan muncul rasa suka
Kadang juga dibarengi rasa kagum
Kadang diikuti juga dengan rasa ingin bisa menikmati keindahan itu
Bahkan semua itu sering salah kaprah dan berubah jadi rasa ingin memiliki

Namun itu manusiawi sekali
Karena sejatinya, manusia menyukai keindahan
Namun akankah keindahan itu selalu membawa pada kebahagiaan?
Sungguh sebuah pertanyaan yang tak mudah

Bagi sebagian orang jawabannya ya; keindahan itu memberinya kebahagiaan
Namun sering kali tidak selalu jawabannya demikian
Pada beberapa kasus keindahan justru berujung pada penderitaan
Apa lagi jika dikaitkan dengan kepemilikan yang cenderung membatasi kebebasan

Mengapa demikian..?
Keindahan visual dilihat oleh mata, mudah dimanipulasi dan dapat menyesatkan
Hanya keindahan yg dapat dirasakan oleh mata hati yg akan menghasilkan kebahagiaan

Sahabat2ku,
Tampilan luar yang indah tetap perlu, tapi pribadi2 yang pancarkan keindahan dari dalam (inner beauty) akan jauh lebih kuat, abadi dan bisa membawa kebahagiaan..

Terinspirasi oleh kata2 sahabatku Bidadari Emy dalam statusnya di FB tanggal 18 Agustus 2009: “keindahan di mata tak pasti kebahagiaan, karena kebahagiaan sesungguhnya ada di hati” yang katanya berasal dari lagunya Ari Lasso.

    *Foto “Beautiful Toba in the morning” ini kuambil di Prapat tanggal 14 Agustus 2009, pukul 08.01 WIB.

Suatu titik dalam perjalanan seorang manusia

Menuju Danau Toba

By: ASN, Jakarta, 18 Agustus 2009

Tetap duduk bersimpuh beberapa saat selepas Sholat Subuh dipagi yang dingin
Panjatkan syukur dan terima kasihku atas kehidupan yang dititipkanNYA padaku
Sebuah titik perjalanan kehidupan seorang manusia

Ada tanya yang menusuk dalam hingga kedasar hati
Apakah aku telah benar-benar menjadi seorang manusia..?
Atau hanya sekedar sebuah wujud suatu mahluk berbentuk manusia..?

Dalam perjalanan usia yang tak lagi tergolong muda
Mengapa aku masih saja melakukan kesalahan dan kesalahan yang sama..?
Apakah proses pembelajaranku dan kesadaranku tak selalu berjalan seiring..?

Biarlah pertanyaan demi pertanyaan itu tetap ada disana
Agar mengingatkanku dan selalu mengingatkanku
Atas hakekat keberadaan dan kehidupanku

Agar aku dapat menjadi manusia sesungguhnya
Menyadari posisiku dalam jagat raya ini
Memberi arti bagi kehidupan

Sebuah renungan untuk diri sendiri setelah subuh di pagi yang dingin di Bukit Tinggi di suatu hari di bulan Agustus 2009. Hari, dimana 45 tahun lalu aku dilahirkan kedunia dan pertama kali diperkenalkan pada sebuah kehidupan..

    *Foto “Sebuah Perjalanan” ini diambil oleh sahabatku Rizal dalam perjalananku dari Prapat menuju Medan, pagi hari tanggal 14 Agustus 2009. Terlihat aku diatas Ducati Multistrada-ku menuruni bukit dengan pemandangan Danau Toba yang sangat indah membentang luas dihadapan.

Ketika sulit berkata-kata

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 11 Agustus 2009

Ketika huruf demi huruf kadang demikian sarat makna
Atau sebaliknya bahkan kehilangan seluruh makna
Demikian sulit merangkainya jadi satu kata

Tapi ketika aliran segar udara pagi terhirup dan penuhi ruang paru-paru
Alirkan oksigen ke kepala membuka lebar sel-sel memori dan nalar
Apapun yang ada dihadapan menjadi inspirasi

Namun tak usah paksakan berkata-kata
Nikmati saja pagi ini dengan senyum dan ketulusan jiwa
Beri warna hari dengan sebutir biji besi baja keteguhan hati dan semangat

Simpan saja kata demi kata
Tak guna berkata jika tak beri aura kebajikan
Tuangkan saja pada saat lebih tepat yang memberi makna

Tersenyum melihat berbagai status teman dan sahabat di Facebook kemarin pagi. Ada banyak semangat berterbangan diawal minggu ini. Tapi ada juga yang bilang “Menulis sepatah katapun sulit..” Heran juga, padahal tinggal ambil satu kata, patahin jadi 3, udah jadi 3 patah kata kan..? 😀

    *Foto “Sungai dan air yang mengalir” ini kuambil disebuah taman indah bernama “Mona Vale” di Chirstchurch, New Zealand, tanggal 1 November 2008 pukul 14.00 waktu setempat.

Monday morning rush hour

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 10 Agustus 2009

Ada kesibukan yang meningkat dalam waktu singkat
Ada ketegangan menjelang aktivitas hari ini
Ada yang berlari ketinggalan waktu

Aku sudah tau dan menduga suasana ini
Tak mau ikut terlarut didalamnya
Menarik kembali selimut selepas subuh

Namun tentu tak akan bisa tertidur kembali
Ditengah grasak-grusuk manusia lalu lalang
Menikmati pemandangan kesibukan

Tergelitik senyum-senyum manis yang tulus
Dibalik kecupan dan pelukan2 hangat selamat pagi
Dan langkah2 bergegas dalam Monday morning rush hour

Bye Daddy, love you… Assalamualaikum…
Bye honey, love you too.. walaikumsalam…
Have a great day…

Tersenyum menikmati suasana Monday morning rush hour dirumah..

    *Foto “Selamat Pagi Kembang Semak” ini kuambil di Resort Dago Pakar tanggal 21 Maret 2009 pukul 07.33 WIB.

Cinta Terselubung

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 9 Agustus 2009

Sesungguhnya, aku adalah penganut cinta yang ekspresif

Namun, sepertinya emang ada banyak aliran gimana cinta harus diterima, diekspresikan atau dinikmati
Dan jika tujuan akhirnya adalah membahagiakan orang yang dicintai maka jangan biarkan cinta itu justru merusak kedamaian dan kebahagiaannya

Jika cinta itu adalah cinta yang sah, ekspresikan..
Mengharap orang lain tau tanpa pernah menyampaikan secara jelas hanya akan berujung penyesalan..

Jika cinta itu adalah cinta yang terlarang, bunuh saja, jangan biarkan berkembang..
Hanya akan menyakiti..
Terdiam..

Terinspirasi oleh tulisan sahabatku Aling beberapa saat lalu tentang “Cinta Terbungkus” di Facebook dan komentar2 para sahabat disana..

    *Foto “Kembang di Taman Belakang” ini diambil di taman belakang rumahku tanggal 13 April 2009 pukul 10.56 WIB.

Mangga-mangga di Rumahku

Mangga Kelapa 04

By: ASN, Jakarta, 8 Agustus 2009

Saat masih kecil dulu… dan pertama kali piknik ke daerah Cipanas, aku sempat binggung, saat si Mang penjual mainan panah2an berkata “Mangga Den..” sambil mempersilahkanku melihat2 jualannya.. “Mana buah Mangganya..? Lha wong jualan panah2an gitu.. Payah juga nih orang..!” pikirku.. Hahaha.. :mrgreen:

Sudah2.. jangan ketawa lama2, sekarang aku udah ngerti kok apa maksudnya. Dan kali ini (pasang muka serius.com), aku cuma mau sharing dikit tentang pohon dan buah Mangga “beneran” yang ada (pernah ada) dirumahku.
Continue reading

Doa Tak Lekang Waktu dan Tak Kenal Batasan

Sunset from WK House 01

By: ASN, Jakarta, 7 Agustus 2009

Ketika waktu berpacu begitu cepat
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat
Alat bantu kehidupan menjadi sangat canggih dan semakin canggih
Dan fashion pun berubah terus dari masa ke masa
Sesuatu yang mutahir disuatu waktu dengan cepat menjadi kuno beberapa waktu kemudian

Semua ilmu pengetahuan, teknologi dan alat2 serta instrumen yang diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia hanyalah alat bantu
Dititik tertentu manusia akan terbentur oleh berbagai keterbatasan dan menyadari bahwa semua ilmu, teknologi dan alat2 bantu itu tak ada apa2nya dia dibanding kekuasaan Allah, Tuhan Semesta Alam.
Dititik itu, manusia sejatinya akan mengerti bahwa seluruh ilmu, teknologi dan alat bantu itu masih belumlah cukup untuk menyelesaikan segala persoalan kehidupannya dan dia memerlukan ilmu baru, teknologi baru dan alat bantu lain yang lebih baik dan pada akhirnya bisa mendekat dan menjembataninya pada kesempurnaan, kekuasaan, kekuatan dan pengetahuan lain Yang Maha Sempurna. Ya, Bantuan dan kekuasaan Tuhan. Kemampuan manusia tetap terbatas dan hanya bisa “mencoba mendekat” karena tak akan mungkin untuk bisa benar2 mendekat, apalagi menyamai Kesempurnaan Ilmu dan Kekuatan Tuhan. Dan, satu-satunya jembatan yang terampuh untuk mempersempit gap itu adalah dengan doa.

Doa dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun
Doa tak kenal musim dan batasan jumlah, tempat dan waktu.
Doa tak lekang waktu tak pernah ketinggalan jaman

Sekedar mengingatkan diri sendiri. Still, inspired by Mario Teguh on his speech at Metro TV on August 2, 2009. Mario Teguh mengatakan bahwa “doa tak lekang waktu” dan jangan membatasi dalam doa (mintalah yang terbaik). Catatan: Agar tidak terjadi salah pengertian, uraian di atas hanyalah menjabaran saya bukan merupakan kutipan kata2 langsung Mario Teguh.
So, selalu ingat dan berdoalah padaNYA dan jangan membatasi diri sendiri untuk suatu doa. Mesti lebih PD (walau tentu tetap santun) saat memohon padaNYA. Mumpung doa selain gratis juga tak dibatasi.. Hahaha 😀

    *Foto “Sunset di Sudut Selatan Jakarta” ini kuambil dari balkon rumahku tanggal 30 Mei 2009, pukul 17.27 WIB.

Beriman = Berani

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 6 Agustus 2009

Coba cari, tindakan apa dalam hidup ini yang tak beresiko?
Semua tindakan beresiko, semua tak sempurna
Bahkan berbuat baik pun beresiko

Resiko.. resiko… resiko.. ada dimana-mana
Ini membuat orang ragu untuk melangkah, bertindak
Tapi tidakkah mereka ingat berdiam diri, tak melakukan apapun juga beresiko dan resikonya belum tentu lebih rendah dari melakukan sesuatu..?

Orang yang beriman percaya kepada Tuhan
Dia menyakini ada Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Penyayang
Dia bisa berdoa kapan saja, dimana saja kepada Tuhan
Dia menyakini Tuhan akan pertimbangkan niat baik dan beri perlindungan
Dia menyakini Tuhan akan menyertai setiap langkahnya yang dilandasi itikad baik

Orang beriman tau tak ada yg sempurna dan tak ada yg tak berisiko
Dia tau Tuhan akan menghargai usaha, kerja keras dan menutup kekurangannya
Setelah mengupayakan yang terbaik dan berdoa kepada Tuhan, orang beriman akan BERANI untuk mengambil putusan, melangkah dan bertindak.

Sebuah catatan kehidupan untuk diri sendiri. Terinspirasi oleh kata2 inspirasional dan super dari Mario Teguh di Metro TV tanggal 2 Agustus 2009 bahwa orang beriman itu berani (Uraian kata di atas, hanya penjelasan saya dan bukan kutipan kata2 Mario teguh). Menarik sekali… Sahabatku, apakah kita perlu takut atau ragu untuk melangkah dalam hidup, jika kita percaya pada Tuhan..?

    *Foto “Kobaran Api” ekspresikan keberanian ini kuambil di Kampoeng Bamboe, Caringin, Bogor, tanggal 30 Desember 2008, pukul 19.41 WIB.
%d bloggers like this: