Buaya Darat di Hutan Korupsi

By: ASN, Jakarta, 31 Oktober 2009

Prihatin dengan kinerja Polisi dalam menangani kasus KPK… Mengaku profesional namun sama sekali tidak menunjukkan profesionalitasnya, mengaku gak panik namun mengambil langkah2 hukum gegabah tanpa dasar hukum yang jelas.. Bahkan tak malu menyebut dirinya buaya yang siap menelan KPK yang diumpamakannya sebagai Cicak kecil.

Korupsi adalah musuh terbesar bangsa ini dan kita butuh terobosan seperti yg dilakukan KPK. Sungguh sangat membingungkan dalam hutan belantara korupsi ini, ada buaya yang bisa sewenang-wenang menggunakan kekuasaannya dan raja hutan cuma sibuk dengan retorika namun tak berbuat sesuatu yang nyata terhadap para buaya yang berada dibawah struktur kekuasaannya. Bahkan raja cenderung membahas kemasan formalitas dan seakan-akan tidak melihat sama sekali isi didalam kemasan yang terang benderang dimata jutaan rakyatnya. Ada apa denganmu Raja..???

Sekedar catatan untukmu Raja, kau telah menodai dan mensia-siakan bulan madu kepercayaan rakyatmu diawal masa pemerintahanmu.

Jangan lemahkan atau ubah arah kebijakan KPK. Ayoo.. DUKUNG KPK..!!!

Advertisements

Berdamai dengan diri sendiri

By: ASN, Bandung, 30 Oktober 2009

Suatu hari distatus fb-ku tanggal 29 Oktober 2009, sahabatku Pakde nanya (apa ngetes ya..?): “Gimana caranya berdamai dengan diri sendiri..?”

Lalu spontan aku jawab “Caranya gampang banget. Jangan suka ngajak berantem diri sendiri.. Pasti deh aman, damai…”

Lalu dia bilang: “jiahahahahahaa… aku pikir mau serius?… ealaaaaaaah.. maaaaaaaaaaaaas mas! hahaha”
Continue reading

Aliran damai di relung jiwa

By: ASN, Jakarta, 28 Oktober 2009

Menikmati riak-riak kecil dipinggir danau
Dan air yang bening tayangkan bayang Matahari
Diantara perahu-perahu yang berlabuh

Ada kedamaian dibalik nuasa alam
Bisikan angin dingin kawasan pegunungan
Membawa kesejukan hakiki direlung jiwa
Continue reading

Lampion disudut bagunan tua

By: ASN, Jakarta, 27 Oktober 2009

Diera serba modern ini kau masih terlihat anggun
Berayun-ayun tertiup angin diujung bangunan tua
Memberi cahaya orang-orang disekitarmu

Daya terangmu tak sehebat lampu halogen ribuan watt
Kau tampil bersahaja dengan cahayamu secukupnya
Menebar aura magis romatis disekitarmu

Bersiap menyambut malam..

Sahabatku, Lampion ini hanyalah simbol. Berbagi cahaya terang, sekecil apapun itu, akan sangat bermanfaat. Teruslah menjadi sumber cahaya dan menerangi sekitar kita..

    * Foto “Lampion disudut bangunan tua” ini kuambil di Kuil Shinto Meiji di Tokyo, tanggal 12 September 2009 pukul 10.10 pagi waktu setempat.

Setangkai kembang putih

By: ASN, Kuala Lumpur, 24 Oktober 2009

Setangkai kembang putih disudut taman
Tak terkontaminasi warna lain
Berayun sendiri
Bersih berkilau
Tersenyum

Sahabatku, ketika sebuah bunga berani tampil sendiri, simple, dengan warna yang putih bersih, alami, berbeda dengan warna2 bunga lain, ia menjadi terlihat demikian cantik. So, jadilah diri sendiri, temukan warnamu sendiri.. 🙂

    *Foto “Setangkai Kembang Putih” ini kuambil di kaki Gunung Fuji, Jepang, tanggal 13 September 2009, pukul 12.17 tengah hari waktu setempat.

Kenang2an dari IBSN

By: ASN, Jakarta, 22 Oktober 2009

Ditengah kesibukan kantor yang lagi tinggi, Sekretarisku bilang, “Pak itu ada paket, sepertinya baju deh.” Tapi dasar aku lagi super duper sibuk dan saat itu lagi gak konsen ke topik itu, aku bahkan gak sempat tanya dari siapa dan cuma menyahut singkat: “Ya, taruh aja dekat tas saya, ntar saya liat.”

Lalu waktu berlalu beberapa saat, hingga tadi pagi saya menemukan buntelan paket itu dimeja saya di rumah dan membukanya….
Continue reading

Ketika Senja Tiba

By: ASN, Jakarta, 20 Oktober 2009

Desir angin itu
Tagakkan bulu roma
Suatu titik bergantinya kehidupan

Sebuah penantian
Sebuah jawaban
Atau sebuah pertanyaan..?
Continue reading

%d bloggers like this: