Butiran Bening Diujung Cemara


By: ASN, Jakarta, 15 Oktober 2009

Hujan telah berhenti
Tinggalkan kelembapan dipermukaan bumi
Sisakan kesegaran bercampur dengan udara pagi yang dingin

Dan butir-butir bening itu masih menggantung diujung-ujung Cemara
Tak lagi menetes, namun tak juga menghilang
Bertahan sesaat sebelum kemudian menguap

Aku berhenti dan tersenyum
Sekedar mendekat, meraba hatimu
Seakan wakili suatu kesedihan yang dalam

Sahabatku tak akan ada manusia yang lolos dari kesedihan. Semua kita akan mengalaminya. Namun kehidupan ini akan terus berlanjut. Jangan berlama2 disana…

    *Foto “Butiran Bening Diujung Cemara” ini kuambil di Imperial Palace, Tokyo, 12 September 2009
Advertisements

13 Responses

  1. ssst mas….kok sama sih,
    aku juga selalu suka liat butiran air di ujung daun cemara itu,
    aku juga pernah ambil fotonya
    dan memang benar…mewakili airmata
    kesedihan yang mungkin akan menggantung untuk sementara waktu
    tapi…pasti hilang, menguap seiring berlalunya waktu.

    Yup jangan terlalu lama bersedih …….life goes on…

    EM

  2. bersedih seharian…besok sudah harus kemali seperti semula ^^

  3. aku suka dengan pohon cemara,, lambang kesejukan buatku,,,
    setuju mas,,, jangan tlalu lama dlm kesedihan krn waktu trus berjalan,,, sprti yg pernah ku alamu (jd curhat)

  4. Iya Nug. Kalo sedih jangan lama2… Tapi tergantung dalamnya kesedihan itu juga sih.. Kadang ada juga yang gak bisa cepat menghilang.. Tapi toh pada akhirnya akan menghilang juga kecuali kita gak mau melanjutkan hidup lagi… 🙂

  5. Wah.. habis hujan…
    Cemara2 yang basah..
    Semoga bukan suatu kesedihan
    Karena aku menikmati sekali kesegaran dan keteduhannya Mas..

  6. Airmata tak abadi…
    Demikian juga kesedihan..
    Atau kebahagiaan..
    Kehidupan..

    Betul Mas. Tak ada gunanya berlama-lama disana. Karena sesungguhnya yang kita punya adalah masa depan bukan masa lalu. Jangan sia-siakan masa depan untuk masa lalu yang tak akan pernah kembali..

  7. Gambaran sedihan yang tetap sejuk sekali…

    Setuju Mas.. walaupun kadang gak mudah, kalo sedih jangan lama2.. Lebih baik bisa cepat melihat kemuka dan melanjutkan kehidupan.. 🙂

  8. sikuls hidup ya Oom…
    ada waktunya sedih dan bahagia.

    Yup! kita diajar untuk jadi maestro dalam kehidupan ini dengan segala macam hal yang terjadi di sekitar kita…

  9. Sangat setuju Pak agar tidak berlama-lama di sana, sedih itu kewajaran yang akan dilakukan oleh seorang manusia yang masih membunyai Id, namun kan harus diimbangi dengan rasionalitas juga. Mari bersemangat, sebentar lagi sudah akan shubuh untuk waktu Bandung dan sekitarnya 🙂

  10. Butir air diujung Cemara
    Hm..
    Keren, Mas Nug…
    Both, inspirasi dan pesannya.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: