Ketika Senja Tiba


By: ASN, Jakarta, 20 Oktober 2009

Desir angin itu
Tagakkan bulu roma
Suatu titik bergantinya kehidupan

Sebuah penantian
Sebuah jawaban
Atau sebuah pertanyaan..?

Yang pasti mentari itu tetap turun
Selimuti bumi dengan kegelapan
Menusuk kalbu dibalik keheningan malam

Namun semua itu hanya sesaat
Berikan istirahat jiwa dan raga yang letih
Dan janjikan sinar terang kembali esok pagi

Sahabatku, ketika disuatu titik, kegelapan itu hadir, biarkan saja mengalir.. karena esok pagi mentari akan tersenyum kembali dibalik sinarnya yang terang…

    *Foto “Ketika Senja Tiba” ini kuambil di Puncak Gunung Komagatake, Jepang, tanggal 13 September 2009 pukul 16.50 waktu setempat.

13 Responses

  1. “Without the dark, we can not see the stars”
    Tanpa kegelapan, kita juga tidka bisa melihat cahaya lilin yang hangat.
    Jadi memang kegelapan itu juga diperlukan….

    Sama seperti sakit…kita perlu sakit supaya bisa menghargai kesehatan

    EM

  2. Aku suka kata-kata di puisi ini Mas..

    Simple but deep…

    Thanks..🙂

  3. Pagi Mas Nug..

    Betul sekali Mas…
    Kegelapan tak identik dengan berakhirnya harapan…
    Kegelapan memberi ruang istirahat bagi jiwa
    Kegelapan juga memberi harapan terbitnya terang esok pagi

    Puisinya keren mas..

  4. Senja sering menjadi sumber inspirasi buat gw Nug..

    Yup, setuju. Senja hanya transisi sesaat, sebelum terbitnya mentari esok.🙂

  5. Lembayung senja emang menawan…
    Kalo ga ada gelap, kita ga akan ngerti artinya terang mas Noeg ^^
    Lagi pula Allah menciptakan malam untuk kita beribadah dan beristirahat.
    So, gelap belum tentu buruk loh…. >.<

  6. berjalanlah walau habis terang,,, *peterpan mode on*
    salam mas nug,,

  7. Senja yang tenang seperti mengisi kembali baterai jiwa di malam hari dan berharap fully charged keesokan harinya…

    Puisinya bagus Mas..🙂

  8. Puisi yang keren + foto yang seperti biasa menghanyutkan Mas..🙂

    Aku selalu suka senja Mas.
    Saat merebahkan diri melepas letih
    Dan selalu optimis akan sinar terang matahari esok.

  9. iya mas…setuju banget…
    ngapain takut sama gelap toh gelap juga bisa membuat sinar seterang lilin sangat berarti🙂

    kalo gak ada malah…gak bisa liat bulan euy😀

  10. Karena setiap kegelapan akan berangsur pergi digantikan oleh terangnya mentari…..

  11. Selalu ada mentari pagi dengan sinar terangnya diakhir malam. Uraian kata yang singkat dan dalam..
    Aku setuju sekali Mas..🙂

  12. Semua kegelapan memang hanya sesaat Mas, dan semua akan kembali indah dan ceria saat esok mentari kembali muncul…. puisi yang bagus….

  13. Puisinya keren Mas…

    Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: