Hidup kita sendiri, bahagia kita sendiri..?


By: ASN, Milan, 11 November 2009

Seorang sabahatku suatu hari pernah berkata: “Yang terpenting itu kebahagiaan kita sendiri khan… At the end, kita akan hidup sendiri..”.

Hm.. aku gak mau terlalu panjang membahas, apalagi berdebat dengannya. Namun dalam kesempatan lain aku terpikir dimensi lain melihat kebahagiaan. Dan, ternyata defenisi kebahagiaan itu sangat bervariatif dan juga bisa berubah-ubah. Kadang kita melihatnya untuk kita sendiri bahwa kebahagiaan itu adalah jika kita sendiri bisa merasakannya. Tapi, ternyata juga gak selalu begitu. Kadang kita akan bahagia kalau orang lain bahagia..🙂

Hanya sebuah sharing pemikiran…

Sahabatku bagaimana kalian melihat kebahagiaan dalam hidup ? Apakah benar ada kehidupan dan kebahagiaan yang benar2 untuk diri sendiri..?

    *Foto “Kembang Warna Warni” ini kuambil di kaki Gunung Fuji, Jepang, tanggal 13 September 2009 pukul 12.22 waktu setempat.

11 Responses

  1. wah sahabat mas itu egois banget ya?

    Aku sih akan bahagia bila melihat orang yang kukasihi itu bahagia. Dan tidak akan bahagia selama orang yang kukasihi menderita.
    Aku juga inginnya sih jika aku bahagia, bisa membuat orang lain bahagia juga. Memang nanti nantinya kita akan hidup sendiri, tanpa pasangan misalnya, tapi kita tidak bisa hidup benar-benar terisolasi dari masyarakat kan?
    Aneh juga ya pemikiran dia? Atau itu hanya sekedar pembelaan dirinya saja?

    EM

    Hi Bidadari Emiko,
    Makanya aku gak mau bahas apalagi berdebat dengannya. Xixixi..😀

  2. Sebagai mahluk sosial, sepertinya tidak ada kehidupan yang benar2 sendirian deh Mas.. Dan, karenanya kebahagian (sebagai bagian dari hidup itu) juga tidak mungkin untuk diri sendiri..

    Betul gak sih, Mas Nug..?

    *Sambil pasang gayan ala dosen.com*🙂

  3. Aku pikir pada awalnya orang suka terbawa egonya dan terjebak dengan kebahagiaan individualistis. Pada akhirnya kebahagiaan seperti itu hanya bersifat semu dan sama sekali gak akan membahagiakan..

    Jadi sedih liat para koruptor yang berfikir bisa membeli kebahagiaan pribadi dan bahkan keluarganya dengan unag hasil mengambil uang rakyat yang bukan haknya…

    Lho kok balik ketopik ini lagi yaa..? *Masih kesel.com*

  4. Hidup bukan hanya untuk kebahagiaan diri kita, namun sesungguhnya juga untuk kepentingan orang lain, kesulitan orang lain dan berusaha membantu memberikan solusi, disitulah letak pintu rejeki dan kebahagiaan, suatu berkat dari Tuhan yang tanpa batas…..hwuaaaaa……. lagi di Itali ya Mas, ngga ngajak2 hiks..hiks… salam utk dr Cindy ya, “jgn lupa balik”… jadwal jaga sudah menunggu….hihihihi…..

  5. Aku tak parcaya kebahagian hanya untuk diri sendiri. Pertanyaannya gimana caranya bisa merasa bahagia jika sampai orang lain justru menderita akibat kebahagiaan itu..? Namun ternyata banyak ya yang seprtinya terjebak dengan konsep kebahagiaan semu seperti itu… Hm, budaya menghalalkan segala cara…😛

  6. Yang jelas, kebahagiaan itu komunal, adanya kebersamaan.. jika hanya satupihak saja, berarti belum merupakan sebuah kebahagiaan hakiki, hanya sebatas individu saja.

    Toh gak mau khan kita masuk dorga sendirian. atau shalih sendirian?
    gimana om….???

  7. Aku berbahagia jika orang2 disekitarku berbahagia Mas…🙂

  8. mungkin tidak lengkap kebahagiaan itu .,,disaat kita bahagia tapi ada teman/rekan kita yg tidak bahagia..!

  9. Sahabatnya mas Nug itu mungkin lupa kali ya bahwa hampir setiap waktu kita berhubungan dengan orang lain, selagi masih hidup…

    Kebahagian akan selalu lebih nikmat jika dinikmati bersama… Dengan orang2 disekitar kita, apalagi dengan orang yang kita sayangi.. Hm..🙂

  10. Bahagia adalah jika kita bisa berdekatan dengan orang-orang yang kita kasihi. Namun lebih bahagia lagi jika bisa merelakan orang yang kita kasihi mengejar kebahagiaan mereka, walau terpaksa meninggalkan kita sendirian.

  11. aku akan bahagia jika semua keinginan ku terpenuhi,,,
    itu lah bahagia di mata ku..

    Makasih kunjungannya, sahabat. Hm.. Ya, banyak cara melihat kebahagiaan dan itu adalah salah satunya.. Mungkin dalam perjalanannya nanti, kau juga akan temukan dimensi2 lain sebuah “kebahagiaan”.. Makasih ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: