Sebuah Kebenaran dan Keadilan sejati…


By: ASN, Jakarta, 26 November 2009

Bahkan dalam ilmu eksakta pun dikenal Teori Relativitas Einstain. Apalagi dalam ilmu sosial yang disusun dari tatanan nilai yang berkembang dimasyarakat. Kebenaran sejati itu ada dalam penilaian nurani yang bersih dan tak terkontaminasi dari masing2 individu manusia anggota masyarakat itu. Hukum, adil, bukan sekedar rumusan kata2 formal undang2, namun jauh lebih dalam hingga menyentuh nilai2 keadilan itu sendiri.

Jadi, pada saat seseorang berkata “saya benar atau saya tidak bersalah atau ini adil…“, sementara jutaan manusia anggota masyarakat yang melihat hal tersebut merasa tersakiti hati nuraninya, merasa tersakiti rasa keadilannya dengan apa yang diperbuatnya, nilai kebenaran atau keadilan apakah yang sesungguhnya dianut orang tersebut..??? Apa mereka yang terlibat tidak lagi mempunyai rasa malu dan berfikir suatu hari tindakan sewenang-wenang mereka juga akan terjadi pada mereka atau keluarga mereka sendiri..???

Tak usah dijawab dengan perdebatan.. Nurani manusia (jika masih ada) sangatlah peka, dan dapat memberi penilaian tanpa perlu berkata-kata, apalagi pakai sumpah segala.

Berkaca pada berbagai kejadian dinegeriku akhir-akhir ini. Sebuah perenungan untuk diri sendiri…

    *Foto “Almost Sunset in Roma” ini (hasil editan), aslinya kuambil di balik sebuah bangunan berarsitek gaya Romawi Roma, tanggal 12 November 2009.

7 Responses

  1. Kebenaran yg hakiki nudah dirasakan di hati ya Mas..?

    NB: Itu sekarang udah haganti foto di Roma. Wah… Mas Nug jalan2 melulu bikin iri.com banget deh…😉

  2. cermin paling jujur adalah nurani kita Mas Nug..
    so, parameter kebaikan atau kebenaran itu ada di hati kita.

  3. karena yg tau benar atau tidaknya kita ya hati mas…karena kita tidak bisa membohonginya🙂

    thanks for sharing this mas🙂

  4. Nurani emang gak pernah bohong ya Mas…

  5. Pagi2 gini sebenarnya adalah waktu yang paling cocok untuk bertanya ada nurani masing2. Apa benar itu adalah suatu kebenaran..? Nurani manusia, sebejat apapun dia, gak akan bohong…

  6. Hari itu Cicak-Buaya…
    Lalu Nenek2 nyuri 3 buah Coklat..
    Bank Century..
    Pritta…

    Ini para aparat penegak hukum dan hakim sama aja… Kalo dibilang “oknum” kok ya jumlahnya buanyak banget yg oknum. Pada udah gak punya hati nurani dan keadilan cuma barang dagangan semata…

    *Sorry pagi2 udah sebel..*

  7. Akhir2 ini terlalu banyak sinetron kehidupan bangsa ini yang terkuak demikian transparan. Sedih juga kalau lihat keadilan yang demikian sulitnya untuk orang2 kecil.. Pada diumpetin dimana sih nurani para penegak hukum dan pemimpin negara tercinta ini.. sehingga gak dibawa serta saat mereka mengambil keputusan..??😦

    *Kumpulin recehan untuk Mba Prita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: