Di Penghujung Tahun..

By: ASN, Jakarta, 31 Desember 2009

Hanya beberapa saat sebelum pergantian tahun
Dilluar ada langit gelap, berawan dan lampu2 kota
Sesekali terdengar suara terompet dan gelak tawa
Beberapa wajah ceria, memadati ruas2 jalan dan tempat wisata bersiap menyambut pesta kembang api tepat tengah malam
Selebihnya kembali sepi dalam larut malam

Tak ada yang istimewa, kecuali bertambahnya umur dunia
Tak ada yang special, dari tak terhentikannya putaran waktu
Hanya ada sebuah perenungan tahun berlalu dan simbol-simbol pencapaian yang berhasil mencuat, tercatat atau yang tak tercapai, menghilang tanpa bekas
Dan esok, kehidupan akan semakin keras..

Duduk bersama disofa rumah
Rebahkan raga, istirahatkan jiwa
Menghisap segar oksigen dalam-dalam
Alirkan energi alam, pulihkan lelah
Berharap sinar mentari akan secerah hari-hari sebelumnya
Bersiap ayunkan langkah lebih cepat, saat mentari terangi bumi esok..

Kembali berpacu dengan waktu…

Sesaat dipenghujung tahun 2009, bersiap menyongsong tahun 2010.. SELAMAT TAHUN BARU SAHABAT. Semoga tahun 2010 menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua.

    *Foto “Still Dark at Vancouver Bay” ini kuambil dari jendela hotel tempatku menginap. Pagi dan masih gelap di Vancouver, Canada, tanggal 20 Juni 2008, pukul 05.57 waktu setempat.

Tak Ada Resolusi

By: ASN, Jakarta, 30 Desember 2009

Memandang sekeliling..
Beberapa orang sedang sibuk membuat resolusi
Suatu acuan dan targetnya tahun depan

Akh… aku tak membuat resolusi
Takut menjadi luntur jika tak terpenuhi
Atau seperti Resolusi PBB yang bisa dicuekin jika berhadapan dengan Adidaya

Kali ini aku memilih hanya melakukan evaluasi
Melihat kedalam, segala sisi yang perlu perbaikan
Lalu membuka krannya lebar2 untuk tahun depan
Dan membiarkannya mengalir deras
Lalu aku akan mengikuti alirannya

Ada banyak harapan dan impian
Tapi, tak ada resolusi

Memilih tidak membuat resolusi untuk tahun depan, sekedar berkomitmen memperbaiki diri dan tetap melakukan yang terbaik…

    *Foto “Menjelang Malam disisi Gunung Fuji” ini merupakan hasil editan. Foto aslinya kuambil di Komagatake, didekat Mount Fuji, Jepang, tanggal 13 September 2009 pukul 16.45 waktu setempat.

Survival..

By: ASN, Jakarta, 29 Desember 2009

Saat selapis demi selapis batang itu terkupas
Sisakan batang putih berair kurang dari seperlima tebal batang pisang itu
Kau hanya memandang dengan tatapan tajammu..

Lalu kau potong beberapa bagian Continue reading

Kebebasan..

By: ASN, Jakarta 28 Desember 2009

Tatkala teriakan kebebasan itu terdengar keras
Dan kepalan-kepalan tangan terangkat tinggi
Semangat kebebasan membara diujung jiwa
Ada banyak mata tertuju dalam tanya

Apakah sesungguhnya arti kekebasan itu..?
Apakah benar ada kebebasan yang benar-benar bebas..?
Apakah kebebasanmu itu sama dengan kebebasan orang lain juga..?
Apakah kepalan tangan dan suara lantangmu bukan sebuah kemarahan dan pemberontakan atas sebuah tatanan nilai semata..?

Kau malah balik bertanya..
Bahkan berteriak, mencoba mempertahankan ruang kebebasanmu
Tanpa pernah bisa menembus segala batasan tatanan nilai itu
Sementara waktu terus melaju di rel kehidupan dengan cepat

Lalu kau terduduk dikursi kayu melihat keluar jendela kamar
Atas nama kebebasan, merenungi hari tuamu yang sepi
Menyadari diujung hidup dan batas keberdayaan

Sesungguhnya kau berada ditengah suatu kehidupan
Dan itu bukan hanya sekedar kumpulan manusia
Kehidupan adalah struktur bangunan tatanan nilai
Dengan pagar berduri tajam dan tembok-tembok yang mengelilinginya
Kebebasan yang hakiki, hanya ada dalam hati manusia

Sebuah tanya dan perenungan arti kebebasan yang hakiki

    *Foto patung “Small Liberty”, sebuah simbol kebebasan ini terletak ditengan Seine River. Kuambil dari pinggir Seine River, Paris, tanggal 14 November 2009, pukul 09.03 pagi hari, waktu setempat.

Malam di Paris..

By: ASN, Jakarta, 27 Desember 2009

Kuayunkan langkah demi langkah dijalan pinggir sungai
Mendengarkan deburan air terbentur dinding batu
Dan menikmati lampu-lampu kapal yang kembali bersandar ditepian

Kuteruskan langkahku menuju pusat gemerlap
Sebuah menara baja bercahaya yang menjulang tinggi
Keindahan struktur yang berumur lebih dari seabad

Menyusuri pedestrian disisi sungai
Mengikuti hembusan angin menjelang musim dingin
Menikmati malam yang akan segera berganti

Suatu Malam disisi Seine River, Paris…

    *Foto “Seine River, Eiffel dan Paris City at night” ini kuambil di Paris, tanggal 14 November 2009, pukul 18.13 waktu setempat.

Hening..

By: ASN, Jakarta, 25 Desember 2009

Dibalik hamparan air tak beriak
Taman hijau segarkan jiwa
Sesekali terdengar suara angin menyentuh dedaunan
Dan kicau burung dipepohonan
Ada hening dan sejuk
Tersenyum menyapa jiwa

Menikmati keheningan dan sapa kesejukan alam..

    *Foto “Hening..” ini kuambil disebuah taman di Kyoto, Jepang, tanggal 14 Sepember 2009, pukul 14.50 waktu setempat.

Dibalik tatapan tajam matamu

By: ASN, Jakarta, 22 Desember 2009

Tatapan matamu tajam
Seakan menghujam dalam
Kesetiap padang yang menoleh padamu

Aku tau itu adalah bagian dari proteksimu
Sebuah garis sejarah yang tak terungkap
Menoreh irisan lebar perih hati masa lalu

Tatapan matamu tajam
Tak perlu penjelasan
Pancaran dinding keteguhan yang nyata

Dimensi manusia yang natural sekali…

Sahabatku, saat menemukan tatapan mata tajam yang kadang terasa menusukmu, jangan menghakimi orang itu atas tatapan atau jarak yang diciptakannya. Proteksi seperti itu kadang diperlukannya, karena pengalaman kehidupan yang dialaminya.

    *Foto “Sharp Eyes” adalah hasil editan. Aslinya di atas kupinjam dari sini.
%d bloggers like this: