Survival..


By: ASN, Jakarta, 29 Desember 2009

Saat selapis demi selapis batang itu terkupas
Sisakan batang putih berair kurang dari seperlima tebal batang pisang itu
Kau hanya memandang dengan tatapan tajammu..

Lalu kau potong beberapa bagian
Dan membagikan pada manusia-manusia yang menggigil kedinginan
“Ini dimakan..?” tanya seseorang meyakinkan diri
“Ya, makan saja.” jawabmu tegas tanpa ekspresi
“Tak begitu ada gizinya, namun cukup untuk mengganjal perut laparmu malam ini” sambungmu lagi, saat melihat tatapan ragu beberapa anggota kelompok itu.
“Hm.. cukup segar dan tak ada rasanya. Tawar…” ujar seseorang dipojokan yang mulai mengunyah dan menelan, batang pisang hutan itu.
“Hanya itu yang bisa kutawarkan hari ini.. Isi perutmu, dan beristirahatlah. Esok kita masih harus berjuang dan bertahan disini…”

Tatapan-tatapan kosong itu kemudian meredup bersama pekatnya malam..
Beberapa diantaranya masih menggigil dan berusaha hangatkan diri
Tak lama paduan suara nafas tandai manusia-manusia kelelahan tertidur pulas…
Beralas daun Pisang hutan beratap kemiringan sisi tebing itu…
Berselimut ponco dibalik kabut tebal yang basahi permukaan yang disentuhnya..

Menjelang pagi, udara semakin dingin..
Kau terjaga oleh dingin yang makin menyengat
Lalu bersebunyi dibalik ponco-mu
Terus bertahan…

Teringat suasana survival, dan batang pisang yang mengganjal perut2 lapar beberapa manusia yang basah dan menggigil kedinginan disuatu malam berkabut, dilereng Gunung Burangrang 24 tahun silam.. Ternyata survival akan dapat terjadi beberapa kali dalam perjalanan kehidupan, dalam berbagai dimensinya..

    *Sekedar ilustrasi, foto “Kabut Tebal di Lereng Gunung” ini kuambil di Lereng Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat, sebuah gunung yang berada disebelah Gunung Burangrang, tangal 29 Juni 2008, pukul 14.46 WIB.

8 Responses

  1. Sepertinya bisa Pertamax di rumah mas Nug.. Amanin posisi dulu ah..🙂

    *Baca lagi ntar belakangan.. Hahaha😀

    Iya tuh.. Pertamax..🙂

  2. Wah.. 24 tahun lalu aku masih pakai pampers kali (hahaha..), Mas Nug malah udah latihan survival atau survival beneran (?) di Burangrang…

    Suatu proses bertahan hidup dan menjadi manusia yang lebih kuat yaa, Mas..🙂

    Masih pakai Pampers yaa..? Huahahaha..😀

  3. naek gunung… jadi pengeeen…
    tp kalo sampe kya gitu koq takut yah… hehe
    naek bromo aja dech, yg deket🙂

    Naik Gunung selalu membawa pada keindahan tersendiri, Bidadari Inge. Menikmati Sunrise di Bromo juga indah banget.. Ini ada postinganku menikmati Sunrise di Puncak Gunung Singgalang (mataharinya muncul dibalik Gunung Merapi), Sumbar: https://tulisannugroho.wordpress.com/2009/05/05/petualang/ 🙂

  4. Mas Nug, tulisan ini mengingatkanku pada Gunung dan pendakian-pendakiannya… Pada kabut, Edelweis, Tebing dan jurang yang curam… Pada getar jiwa saat berada di Puncaknya…

    Siap2 dan buat rencana naik Gunung lagi liburan ini ah…🙂

    Yaa udah,, naik Gunung lagi aja sana… Menghirup oxigen murni, menembus hutan, nikmati secangkir kopi hangat diketinggian.. Hm..🙂

  5. udah baca… udah baca… huwaaaa… jadi makin pengeeen🙂
    tanggung jawab hayyyooooo *nangis sambil usap aer mata pake sarung Om Nug*

    itu taon 1982 yah, kalo sblm juli, brarti aku msh anget2na diperut ibu😀

    Wah.. diperut ibu pasti lebih nyaman dan hangat, gak seperti di Puncak Gunung.. *Sambil narik sarung lagi buat kemulan.. Hahaha..😀 *

  6. Bicara mengenai survival, saya pernah ngalamin waktu sma di Gunung Manglayang, tapi melihat tulisan di atas, saya ingat2 kira sekitar tahun itu ada helikopter jatuh di atas burangrang, betul ga Mas Nug ? kebetulan keluarga saya ada yang punya perkebunan disekitar lereng burangrang juga…
    Boleh kapan2 kalau mau Napak Tilas, saya anter:mrgreen:

    Sahabatku Atma,
    Aku malah gak begitu inget soal helikopter yg jatuh (sekitar tahun 1985) itu.. Dulu sempat latiha survival disana selama 3 hari. Kalo sekarang disuruh naik Gunung atau napak tilas lagi pasti aku udah lemes duluan deh… Hahahaha..😀

  7. Naik Gunung..? Gak deh.. makasih Mas.. Aku naik Helikopter aja, ntar kita ketemu di Puncak… Hahaha😀

    Hush.. topiknya bukan naik gunung, Bidadari Dien… Hahaha..😀

  8. Eh.. maap topiknya salahnya.. Survival ternyata… Wkwkwkwk..😀

    Hahaha… dimaafkan..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: