Mendaki Gunung


By: ASN, Jakarta, 2 Januari 2010

Meniti seutas tali sebrangi jurang dalam
Lintasi sungai deras
Ikuti arus lewati jeram2 diantara batu
Merayap dan bergantungan dibukit cadas terjal
Sampaikan salam pada alam

Diam terpaku diatas batu besar
Memandang jauh dibatas langit dan bumi
Biarkan aliran udara sejuk dinginkan jiwa
Menanti mentari terbit diufuk
Bersujud diatas awan dipuncak tanah tertinggi
Duduk bersimpuh serasa melayang

Hamparan Edelweis abadi
Tatapan teduh
Tanpa kata-kata
Melangkah pulang dengan baterai jiwa terisi penuh
Tersenyum..

Suatu Puisi yang kutulis ulang dengan perubahan judul dan editan, ilustrasi kenikmatan mendaki gunung.

    *Foto “Sunrise dan Gunung Singgalang” ini kuambil dari kamar hotelku di Bukit Tinggi, tanggal 24 Mei 2009, pukul 06.13 WIB.
Advertisements

9 Responses

  1. Ada sunset di senggigi, sunrise di singgalang…
    what a wonderful journey…

    *melengkapi Hetriks pertamax dalam satu malam* :mrgreen:

    Wah.. dapat pertamax yaa..? Asyiiik.. πŸ™‚

  2. Oooooom Nuuuuug
    bikin pengen deeeeech…
    *ngelap iler pake sarung Om Nug*

    Hush… Bidadari Inge… jangan maksa narik2 sarung gitu deh.. Ntar kalo copot gimana..?? Hahaha :mrgreen:

  3. Di keheningan alam,
    Membuat kita merasa kecil,
    Dan semakin merasa bahwa betapa besarnya semesta alam ini
    Dan betapa besar karunia yang telah kita nikmati sebagai manusia

    Yup, benar sekali Bunda. Keheningan alam sering kali mengingatkan kita atas kekuasaan dan nikmat yang telah diberikanNYA yaa.. πŸ™‚

  4. “Tanpa kata-kata
    Melangkah pulang dengan baterai jiwa terisi penuh
    Tersenyum.. “

    Wow.. aku suka sekali tuh kata2 penutupnya Mas.. Kerennn.. πŸ™‚

    Makasih Bidadari Sari.. πŸ™‚

  5. Aku dulu pernah naik Pangrango… Naik Gunung, pegel sich, tapi kalau udah di atas, sensasional sekali yaa Mas… πŸ™‚

    Aha.. suka naik Gunung juga ya bidadari Asti..?

  6. Pendakian yang berisi Mas… Tuh pulang baterai nya bisa terisi penuh… πŸ˜‰

    As usual Mas Nug, Keren.. πŸ™‚

    Iya tuh, sepertinya aku bawa charger waktu pendakian itu, sahabatku. Xixixi… πŸ™‚

  7. Tersenyum…
    Meski jiwa lagi lara….
    Jangan katakan tak bisa..
    Karena senyum akan membasuh luka…

    Keep smiling… πŸ™‚

    Senyum bukan hanya membasuh luka Bidadari Nana.. Tapi juga membahagiakan jiwa kita dan jiwa orang2 disekitar kita.. Yuuk, tersenyum.. πŸ™‚

  8. *ALAM adalah hidup kita …
    bagi ku tanpa ALAM ku bisah MATI … πŸ™‚

  9. Alam tidak pernah meminta
    Alam hanya memberi tapi butuh di pahami

    Bagaimana kita mencintai sesuatu jika tidak paham dengan sesuatu yang kita cintai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: