Sebuah tanya dibalik kegaduhan

By: ASN, Jakarta, 4 Februari 2010

Suara yang semula lirih itu terdengar semakin jelas
Lalu semakin keras dan lantang
Lalu terdengar seperti makian
Lalu hanya teriakan

Tiba-tiba terdiam
Hening..
Dimanakah suara-suara tadi..?
Tak ada jawab
tetap hening..

Sudahlah
Banyak suara yang kadang terdengar vokal
Kadang bahkan menusuk tanya dalam jiwa
Apakah yang sesungguhnya disuarakan..?

Sering kali
Saat pertanyaan itu ditujukan pada nurani
Jiwa-jiwa berontak itu hanya terdiam
Tutupi topeng yang dikenakan
Malu yang tak terungkap

Lantas kenapa mesti teriak-teriak..?
Membuat gaduh kehidupan..?
Itukah arti kegembiraan..?
Bahagiakah..?

Tak ada jawab..
Hanya tatapan mata tertunduk harapkan kasihan
Mungkin itulah caramu meminta maaf
Kembali hening…

Sebuah keprihatinan dan tanya pada nurani dan jiwa melihat orang2 yang sukanya hanya membuat kegaduhan disana sini.

    *Foto “Gemuruh Air” kuambil di halaman rumahku di Jakarta tanggal 30 Januari 2010 pukul 19.16 WIB.
%d bloggers like this: