Sebersit ekspresi dibalik kesibukan


By: ASN, Jakarta, 11 Februari 2010

Tatkala ekspresi kesibukan duniawi mendominasi
Dan langkah-langkah itu terayun semakin cepat
kehidupan seakan berpacu dalam waktu

Memandang lampu2 kota dibalik kaca gedung pencakar langit
Keindahan malam sebuah metropolitan
Sebuah kehidupan yang berlari kencang

Ada getir dibalik wajah itu
Pergolakan kebebasan jiwa
Dan tanggung jawab pada kehidupan

Ekspresi sesaat ketika aku harus mengorbankan beberapa sisi jiwa yang lepas, terkunci dibalik meetingku berlanjut terus hingga larut malam..

    *Foto “Sebuah Sisi Metropolitan” ini kuambil di Shanghai, tanggal 23 Juni 2009, pukul 22.46 waktu setempat.

10 Responses

  1. Hm.. sindrom manusia metropolitan yang sibuk..

    Nice posting Mas. I like it.. Sisi manusia dibalik sosok mahluk metropolitan..πŸ™‚

    Makasih sahabatku TonyπŸ™‚

  2. Aha… PERTAMAX yaa..?

    Minta Coffee Cream ya Mas…πŸ™‚

    Yup. Yuukk minum Coffee Cream bareng..πŸ™‚

  3. Sebuah kehidupan yang berlari kencang; bagaimana kita mengimbanginya?
    Ikut berlari kencang dan beresiko terseok-seok dengan kaki terluka?
    Atau tidak ikut berlari tapi tertinggal di belakang?

    Sebuah renungan yang sederhana, Mas Nug. Aku jadi terinspirasi untuk menulis sesuatu dari sini. Maturnuwun, ya..πŸ™‚

    Sebuah refleksi diriku sendiri, Bidadari Lala. Kadang kesibukan begitu mengungkung kebebasan jiwa.. Sebuah konsekwensi kehidupan atau sebuah pilihan?πŸ™‚

  4. Sepertinya tulisan ini mewakili banyak orang Mas.. Apalagi aku yg memilih jalur sebagai wanita karir.. Hal2 semacam ini sering kali terjadi.. Ada pergumulan dihati tiap kali harus meeting hingga malam sementara inget anak2ku dirumah..

    As usual, nice posting Mas..πŸ™‚

    Ya, bidadari Dien. Mungkin bagi para wanita karir situasi seperti ini lebih sering terjadi yaa..?πŸ™‚

  5. tanggung jawab kehidupan memang kadang membelenggu kita.

    fotonya cantik mas….
    jadi ingat juga bahwa aku pernah berada dalam gedung seperti itu pada dini hari demi tugas.

    EM

    Benar sekali Bidadari Emiko.. Sering kali kesibukan membuat kita terpojok dengan pilihan2 sulit yaa..πŸ™‚

  6. Emang kapan lo pernah gak sibuk Nug..??

    Sibuk kerja, sibuk nulis, sibuk naik motor, sibuk jalan2, sibuk makan… sibuk macam2..:mrgreen:

    Huahahaha… kalo lagi sempat riding, jalan2, makan, dll itu mah namanya lagi santai Sahabatku Asrul… πŸ˜€

  7. Saya malah suka kangen malam-malam melihat lampu gemerlapan….padahal saat itu kangen melihat sinar matahari menyinari badan….lha manusia tuh memang nggak pernah puas

    Iya Bunda nyesek juga, pengen dateng ke acara Iluminasi dan ketemu sahabat2ku disana, eh.. yg ada stuck di meeting sampai tengah malam..😦

  8. Tanggung jawab, kewajiban dan integritas kadang memakan korban jiwa kita ya Oom..

    Mungkin kalau sampai memakan korban jiwa kita banget sih gak juga Bidadari Eka. Karena sesungguhnya itu adalah juga dalam rangka membangun dan memperkokoh jiwa raga kita dan keluarga kita. Hanya aja, sering beberapa sisi kemanusiaan kita harus disisihkan untuk mendapatkan kompromi dgn kesibukan yg tak terelakkan itu..😦

  9. Hm.. sangat lazim terjadi pada orang2 yg hidup di kota besar ya Mas.. Kenikmatan jiwa, kualitas hidup sering beradu dengan kesibukan dan tanggung jawan lain di pekerjaan, usaha dll..

    Nice posting Mas.. as usual..πŸ™‚

    Makasih Bidadari Tika..πŸ™‚

  10. […] Mas, untuk ide […]

    Wah jadi tulisan beneran.. Senang bisa berbagi, walau cuma ide. Makasih untuk terus berbagi Bidadari Lala..πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: