Sapuan dibibir pantai

Pasir dan Busa Ombak

By: ASN, Jakarta, 27 April 2010

Perlahan tapi pasti kau datang lagi
Meraba halus bibir pantai
Basahi pasir dengan sejuk airmu

Seakan tak pernah bosan
Kau datang dan datang lagi
Tersenyum lembut hapus semua jejak

Aku hanya menatapmu kagum
Sentuhanmu hadir lembut
Tak ada keangkuhan di balik kekuatanmu

Masih duduk di pantai itu
Kusambut hangat uluran tanganmu
Aliran energi alam getarkan jiwaku

Pagi di Pantai Kuta. Duduk dipasir, nikmati sentuhan lembut ombak dibibir pantai..

    *Foto “Sapuan dibibir pantai” ini kuambil di Pantai Kuta, Bali, tanggal 7 Mei 2009, pukul 09.17 WIT.

Tonggak Sejarah

Monas at night

By: ASN, Jakarta, 24 April 2010

Menoreh kisah kehidupan
Keluhuran nilai berganti nyawa
Pengorbanan bersimbah peluh dan darah
Tinta emas dan hitam perjalanan anak bangsa

Kemana sesungguhnya arah kehidupan kau bawa..?
Pertanyaan sering tak terjawab
Generasi ke generasi kehidupan terus bergulir
Aku sedang mengukir sejarah

Hanya itu jawabmu..

Sahabatku pada akhirnya sebuah sejarah dinilai oleh generasi setelah sejarah itu berlalu, bukan oleh pelaku sejarah itu sendiri..

    *Foto “Monas at night” ini kuambil tanggal 11 April 2010 pukul 23.41 WIB.

Hampa ditaman indah

Jalan di Taman

By: ASN, Jakarta, 23 April 2010

Melangkah di jalan berbatu ditengah taman
Keindahan seakan tertahan
Terbalut selimut angin dingin

Ada buncah kerinduan pada alam
Kuingin berlari lepas diantara indah flora sub-tropis
Lepaskan carbon dioksida hangat menguap dari lubang nafasku

Lalu rebahkan raga diatas hamparan rumput hijau
Menghirup oxigen alam, segar penuhi setiap ruang paruku
Uraikan letih dari putaran kencang rutinitas kehidupan

Melirik kearah bangku kayu dipinggir kolam
Berharap menemukan mu disudut taman itu
Pandang mata teduh dan senyum indahmu hanya imaji semu

Bangku itu kosong
Keindahan taman terasa kental namun tak lepas
Ada rasa kehilangan setangkai indah bungamu

Aku menikmati keindahan dan kesegaran taman ini. Tapi terasa ada yang hampa disana.. Mungkin karena tak terlihat bunga disudut ini. Apakah kau juga merasakannya sahabatku..?

    *Foto *Taman indah yang sepi* ini kuambil di Mona Vale, Christchurch, New Zealand, tanggal 1 November 2008, pukul 14.09 waktu setempat.

Sekeping Senja di Jakarta

Sudirman Street in the evening

By: ASN, Jakarta, 22 April 2010

Langkah-langkah cepat kaki dipusat bisnis
Deru mesin tanpa henti hingga lewati pergantian hari
Jalanan penuh sesak kendaraan ditengah udara terpolusi
Pandangan mata manusia-manusia tak sabar

Ada perputaran jumlah uang tak terbayang bagi orang kebanyakan
Ada kehidupan terkesan kejam dan tak bersahabat
Ada persaingan sengit tanpa belas kasihan
Ada wajah tersenyum puas dan tertunduk dalam

Menghirup kopi hitam dipuncak gedung pencakar langit
Rehat sejenak diantara meeting padat dan melelahkan
Memandang keluar nikmati malam dijantung bisnis berkelas
Temukan keindahan dibalik ribuan titik cahaya dan pilar-pilar kokoh

Mendengar halus suara hati, menepi…

Menikmati senja disela meeting yang berlanjut hingga menjelang tengah malam..

    *Foto “Sudirman Street in the evening” ini kuambil dari atap Intiland Tower, Jl. Jend. Sudirman 32, Jakarta, tanggal 21 April 2010 # 19.54 WIB.

Mendengar..

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 20 April 2010

Mencoba menangkap suara angin
Mendesir halus diantara rasa
Ada pesan dalam makna
Duduk diam dibukit asa
Mendengar…

Sahabatku kadang kita perlu menjadi pendengar yang baik. Ego sering membuatku lupa tentang itu. Sebuah komen pada tulisan seorang sahabat, Mayla, di catatan Fb-nya berjudul “Dengar“.

    Foto “Pegunungan Seulawah” ini kuambil menggunakan camera pocket ketika ride menuju Banda Aceh dari dataran tinggi sebelum masuk kota Banda Aceh (datang dari arah Medan) tanggal 16 Agustus 2009 pukul 17.20 WIB.

Sahabat sejati

Menjelang senja

By: ASN, Jakarta, 19 April 2010

Ketika langit terlihat gelap tak bersahabat
Kau justru datang menghampiri
Jabat eratmu hangat alirkan darah pertemanan kita

Ketika banyak orang menyingkir
Bersembunyi mencari aman dibalik kontroversi langkah prinsipku
Kau tetap disana dengan senyum mu, beri ruang luas bagi privacy ku

Ketika taliku terputus dan aku meluncur deras kebawah
Kau spontan bereaksi tanpa diminta
Lemparkan pengait dan tali hentikan jatuhku

Ketika keindahan direpresentasikan dengan bunga-bunga indah
Kau justru tetap jadi dirimu, sebuah daun beri keteduhan disisi bayangmu
Alirkan frekwensi indah persahabatan, bukan sibuk warnai casingnya

Terima kasih telah menjadi sahabatku..

Sahabat sejati berperan apa adanya, tahu persis dimana dan seperti apa peran yang harus jalankan.. Persahabatan beri arti lebih pada esensi dan bukan sekedar memoles casing luar persahabatan itu sendiri..

    Foto “Daun Palem Dihutan Beton” ini kuambil ditengah hutan beton metropolitan Jakarta, dari lantai atap Intiland Tower, di Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, tanggal 15 April 2010 pukul 17.58 WIB.

Kehangatan dibatas senja…

Sunset

By: ASN, Jakarta, 18 April 2010

Segar tiupan angin tak hilangkan kelembaban kota ini
Kau menghampiri dengan pasti, ulurkan hangat tanganmu
Aku selalu suka senyum indahmu itu

Ada kelembutan dibalik bising deru mesin dan debu metropolitan
Sentuhan indah alami menjelang senja tiba
Mentari sembunyi dibalik gedung-gedung pencakar langit

Kehadiran dan senyum indahmu selalu getarkan jiwaku
Pesona tak pernah berakhir dan membosankan
Merah langit menjelang senja

Kusuka tarian gerak pastimu..
Nikmat getar kehangatan aliri nadiku
Kusambut uluran tanganmu..

Matahari tenggelam selalu saja mempesona.. Kehangatan dan sentuhan menjelang senja di Jakarta…

    *Foto “Menjelang Sunset” ini kuambil sehabis meeting dari lantai atap Intiland Building, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, tanggal 15 April 2010 pukul 17.43 WIB.
%d bloggers like this: