Curah bening dihutan beton

Curah Air

By: ASN, Jakarta, 17 April 2010

Tercurah dari sebongkah batu cadas
Tak bosan jatuh gemricik
berbagi kesegaran alam

Buah karya tangan manusia
Sentuhan alami dihutan beton
Terjun bebas alirkan segar kehidupan

Curah bening air terjun buatan dihutan beton ini sudah berusia ratusan tahun, menunjukkan upaya manusia mendekatkan diri ke alam…

    *Foto “Curah Air” ini kuambil di sebuah sisi kota tua Novona, Roma, Italia, tanggal 12 November 2009, pukul 21.54 waktu setempat.

Keindahan disisi tebing

Beautiful Painan

By: ASN, Jakarta, 16 April 2010

Sisi curam tebing sibak rahasiamu
Alam tak terjamah tangan-tangan komersial
Indah teluk pembatas laut biru hentikan langkahku dalam takjub

Dibalik batang dan lebat dedaunan tersimpan sebuah rahasia
Ada senyum terindah dari bibir pantai itu
Mengundangku datang dan datang lagi padamu

Akh.. kau tunggulah..
Diujung penat raga lalui kesibukan dunawiku
Aku akan datang lagi padamu

Mengharap nikmati kembali senyum indah bibir pantai itu..

Keindahan teluk, laut biru dan pantai Painan yang sangat menggoda…

    @Foto “Beautiful Painan” ini kuambil dari atas bukit terjal diatas Pantai Painan, Sumbar, tanggal 22 Mei 2009 pukul 14.52 WIB.

Kehangatan senja di Roma

Almost Sunset and Lonely Lamp

By: ASN, Jakarta, 15 April 2010

Langit biru itu kini memerah dan meredup
Gelap selimuti hari tiupkan dingin menembus pori
Kau hadir disana, berdiri disudut itu, tak beranjak

Ada senyum hangat menjalar cepat lalui medium syarafku
Sebuah uluran tangan obati sekeping rindu
Getar hebat, aku terpaku, tak mampu menolak

Magnet pesonamu
Hangat bersahabat
Berbagi cahaya, terangi malamku

Imaji kehangatan senja di Roma menjelang musim dingin tiba..

    *Foto “Lampu disudut Roma” ini kuambil disalah satu sudut Roma dekat Colesium, Italia, tanggal 12 November 2009, pukul 16.50 waktu setempat.

Terowongan Indah

Blue Tunel

By: ASN, Jakarta, 14 April 2010

Langkah kaki bawa aku ke lorong panjang
Sebuah terowongan
Biru, terang, sebuah keindahan warna

Tak tercium pengap
Angin dingin bahkan segarkan setiap hisap nafasku
Aku tersenyum melihat tayangan jelas diujungmu

Sebuah kepastian diluar sana
Kegelapan malam, beberapa lampu kecil
Hanya itu..

Ingin kuperlambat langkah
Nikmati sentuhan warna jiwa
Lebih lama memeluk keindahanmu

Sahabatku, tak selalu jalan pintas seperti terowongan itu, jelek. Kadang jalan pintas seperti itu bisa indah, bahkan lebih indah dari bagian luar dimana kita akan sampai. Nimati saja… 🙂

    *Foto “Terowongan Indah” ini kuambil di Roma, Italia, 12 November 2009, pukul 20.24 waktu setempat.

Sebongkah beton Kehidupan..

Sebongkah beton Kehidupan

By: ASN, Jakarta, 12 April 2010

Terhenti diatas jembatan itu menjelang senja
Sajian keindahan menyapaku hangat
Ada sapa membuat mataku tak dapat beralih

Sebuah hijau kehidupan di sebongkah beton
Berada ditengah sungai dan terabaikan
Kau tak harap lain kecuali sedikit kelembapan batu beton itu

Namun mau memilih tetap hidup disana
Ditempat keras, tanpa pilihan, tanpa kepastian perbaikan
Kehadiranmu bahkan mewarnai hijau beton tak terawat itu

Mencoba bertanya dengan bahasa jiwaku
Mengapa kau masih saja bertahan ditempat tak layak hidup itu?
Aku hanya mendapat senyum indah dan jawaban singkatmu..
“Hidup bukan merupakan pilihan ideal.. Kita hanya dapat lakukan yang terbaik dari pilihan yang ada kan..?”

Pikiranku melayang…
Sebuah tamparan halus menerpa jiwaku
Berapa banyak waktuku terbuang dalam kesiasiaan harapan semata..?

Sahabatku, tanaman itu tumbuh diatas sebuah beton sisa konstruksi ditengah sungai, menyesuaikan dan memberi arti kehidupannya dari pilihan terbaik yang dipunyainya saat itu.. Bukan dari pilihan yang diharapkannya dan belum tentu akan ada..

    *Foto “Sebongkah beton kehidupan” ini berada ditengah sungai, kuambil dari sebuah jembatan, di sekitar 4 Km dari Ipuh, Bengkulu, tanggal 21 Mei 2009 pukul 18.15 WIB.

Kamus Hati

Kamus Hati

By: ASN, Jakarta, 11 April 2010

Ketika suatu hari seorang sahabatku, Lala, bertanya, “Apakah ada kamus yang dapat menerjemahkan Bahasa Hati..?” Aku (sekenanya) menjawab “Hm.. Makanya kalo jalan2 ke Toko Buku ngetemnya jangan di bagian komik doank donk La.. Ada tuh. Judulnya ‘Kamus Hati Indonesia’. Biar jelas, coba aku bacaain beberapa..”

Makan hati: nyebelin
Sakit hati: katanya lebih sakit dari sakit gigi. periiiih gitu lho..
Suka hati: sak karepe dewe
Tinggi hati: sombong…
Hati-hati: Awas lobang
Rendah hati: Itu gue banget..
Sedang hati: Yaa antara tinggi hati dan rendah hati lah..
Ada hati: naksir
Sambel hati: makanan favorit gue
Ambil hati: Parampok. Udah ngambil dompet, ngambil hati juga
Sedih hati: yaiya lah… Masak sedih lutut..
Luka hati: Itu, kalo hati sedang ketusuk duri (makanya kalau jalan pakai sedal)..
Sehati: dua hati yg dipaksa duduk bareng
Dua hati: kebetulan ini hanya tinggal 2 hati ini aja yg belom laku dipasar
Jatuh hati: makanya lain kali kalo jalan liat2 donk..!!
Isi hati: tanya dokter bedah atau tukang daging aja sana…
Kata hati: selalu susah ditebak, selain gak bisa nulis, kalo ngomong gak jelas..

Udah ah.. segitu aja dulu. Lo beli dan baca sendiri aja sana..

*Hahaha.com* :mrgreen:

Sebuah komen iseng di status fb sahabatku, Lala, tanggal 9 April 2010 lalu yang sedang bingung nyari kamus untuk menerjemahkan Bahasa Hati. HAVE A NICE WEEKEND every one.. 🙂

    *Foto “Kamus Hati” ini adalah merupakan hasil rekayasa foto, yang dibuat hanya sekedar untuk ilustrasi dan tanpa maksud atau tujuan lain apapun juga.

Pagi dengan 4 ciuman…

Pagi di Bukit Tinggi

By: ASN, Jakarta, 10 April 2010

Ketika kantuk membawaku tertidur kembali
Masih dingin, namun mentari sudah mulai keluar persembunyiannya
Kadang aku tak sempat untuk mengangkat diri
Mungkin terlalu letih dan raga memaksaku beristirahat

Aku masih bisa mendengar susana rush pagi
Sangat khas dengan tensi yang kadang meninggi
Semua bergegas persiapkan diri
Sebelum berangkat masuki perputaran hari

“Ayah, berangkat yaa..?” demikian nada pembuka yang kuterima
Lalu satu-satu akan menghampiri dan memberikan ciumannya
Kakak, Abang, Adek dan ibunya.. Ya, istriku.
Kadang dipipi, kadang dikening, kadang sekenanya kalau buru-buru…

Dalam kantukku dan mataku yg tak terbuka penuh kadang aku masih bisa protes
“Hm.. gak kerasa.. Ulang lagi..!!” pintaku
Dan mereka akan mengulangnya Muuuach…!! Udah ayah bangun, ntar telat kerjanya..! Assalamualaikum.. ”
“Walaikumsalam.. Love you..” jawabku dari sela bantal

Aku pun terjaga, nikmati indahnya pagi dengan 4 ciuman..

Suasana pagi. Gak mau kalah dengan sahabatku Mas Goenoeng yang di fb-nya berharap makan siang dengan satu ciuman, kemarin. 😀

    *Foto “Pagi di Bukit Tinggi” yang memaparkan keindahan Gunung Singgalang ini kuambil pagi hari dari jendela Hotelku di Bukit Tinggi tanggal 24 Mei 2009 pukul 06.15 WIB.
%d bloggers like this: