Candi di Muara Jambi


Photobucket

By: ASN, Jambi, 21 September 2010

Tatanan bata, ukir sejarah panjang bangsa besar
Saat kerajaan diabad ke-9 dan ke-10 menguasai Asia Tenggara
Kepemimpinan global dan transformasi budaya mengalir deras
Hadirkan struktur kompleks candi dan kanal-kanal mengitarinya
Lalu, entah kenapa semua menghilang…
Sepi dan hening alam hanya tersela desir angin
Di antara rimbun pohon Durian dan Duku, tersebar di sekitar
Kini, hanya situs-situs sejarah yang tersisa
Bahwa dahulu pernah tercatat
Bangsa besar kaya budaya
Akankah terulang..?

Photobucket

    Foto “Candi di Muaro Jambi” ini merupakan salah satu candi di komplek Candi di Muara Jambi ini kuambil tanggal 22 September 2010 Pukul 10.21 WIB.
Advertisements

3 Responses

  1. Yup,kemana hilangnya??? *pura-pura mikir* hehheee…. 😀

    Sekilas ttg Candi Muara Jambi :
    Posisinya secara topograpis cukup unik, situs ini terletak di tanggul alam kuno (natural leeve) yang membentang sepanjang 12 km di tepian sungai Batanghari. Karena terletak di atas tanggul alam kuno maka ketika Batanghari meluap situs itu tidak pernah kebanjiran. Sebuah pelajaran
    kearifan memperlakukan alam telah diperagakan nenek moyang kita.

    Di situs itu ditemukan sedikitnya 80 titik yang di duga candi. Untuk menguhubungkan satu candi dengan candi yang lainnya dibuatlah kanal-kanal yang bisa dilalui perahu. Semasa aktifnya mungkin kanal-kanal Situs Muara Jambi menyerupai Vinesia, di mana sistem transportasi utama penduduknya menggunakan perahu.

    Semua candi di Situs Muara Jambi terbuat dari bata merah. Dari delapan puluh candi itu baru tujuh candi yang selesai di eskavasi, yaitu candi Kedaton, Gedong 1 dan 2, Tinggi, Gumpung, Kembar Batu, Astano dan sebuah kolam pemandian, Talago Rajo. Yang lainnya masih terkubur di belantara hutan dan perkebunan penduduk. Penduduk setempat menyebutnya sebagai Menapo, yang artinya gundukan tanah yang mengandung struktur bata di dalamnya. Bisa dibayangkan bagaimana besarnya situs itu jika ke delapan puluh kompleks candi yang ditemukan berhasil di ekskavasi.

    Sumber : http://www.indobackpacker.com

    *Thanks Mas Nug,sdh mau singgah & meng-explore di “Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” 🙂

    Makasih banyak untuk info dan waktunya, Ka. Candi ini sungguh merupakan modal yg besar dan sangat baik sekali untuk parawisata jambi, jika dikelola dgn baik.. 🙂

  2. thanks om nug atas infonya.. ternyata candi-candi tidak hanya di dominasi oleh jateng dan diy ya.. di sumatera juga ada.. semakin membuat saya ingin menjelajahi nusantara.. 🙂

    Makasih kembali sahabatku. Kompleks Candi di Jambi ini terdiri dari banyak sekali Candi dan meliputi wilayah yang luas dan kanal2 kuno yang mengitarinya. Bahannya memang bukan dari batu (seperti di Jawa), tapi dari batu bata yg besar2 ukurannya. Baru sebagian yang direnovasi. Sebagian lagi (masih cukup banyak) yang masih belum direnovasi atau bahkan masih tertimbun dalam tanah. Kalau berhasil direnovasi, komples candi ini akan sangat fenomenal, dan dapat menjadi potensi wisata yang luar biasa, sahabatku.

  3. Pgi om….
    Mkn aSyk jE Ne sEjrh nA…
    Tp Q mW RiqUeZ Blh d0Nx 0M…
    Lw bS Tulis jGa tEntang SEjrh kErjaan mElyu jambi pEngruh Hindu & Islam….
    MkCh sBlm nA 0m…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: