Coliseum

Colesium

By: ASN, Jakarta, 29 April 2011

Suara gemuruh dan sorak sorai itu, kini tak lagi terdengar
Semua senyap..
Hanya kepak dan kicau burung, sesekali melintas

Bangunan itu tak lagi utuh
Namun masih cukup gambarkan kemegahan
Arena adu manusia dan darah tertumpah

Kini, hanya catatan sejarah tersisa
Tatanan dunia telah berubah
Benarkah lebih manusiawi..?

    *Foto “Coliseum” ini ini kuambil di Roma, Italy, 12 November 2009, pukul 16.37 waktu setempat.
Advertisements

Rumah Kayu di Hamparan Hijau

Photobucket

By: ASN, Jakarta 28 April 2011

Ditengah laju perjalanan, tatapku terhenti
Sebuah kesederhanaan di hamparan hijau
Pesona natural sentuh lembut jiwa
Menoreh memori di lempeng nurani
Terima kasih, untuk senyum indahmu

    *Foto “Rumah Kayu di Hamparan Hijau” ini kuambil dalam perjalanku dari Munich di sebuah Desa dekat Luzern, Switzerland, tanggal 6 Juni 2010, pukul 15.06 waktu setempat.

Rumah Bersama

Rumah Bersama

By: ASN, Serang, 24 April 2011

Sejatinya tak ada kemewahan disana
Kebersihan, membuatmu tampak berkilau
Kesederhanaan, membuatmu terlihat megah
Keasrian, membuatmu begitu sejuk

Kebersamaan rasa, membuatmu ramah
Semangat dan perjuanganmu, membuatmu kokoh
Kasih sayang dan persaudaraan, membuatmu hangat
Dan, kebahagiaan hati serta senyum anak-anak yatim, piatu,
duafa disana serta banyak jiwa disekitarmu, membuatmu bersinar

Berada disana dan berbagi bersamamu, hantar bahagia, direlung jiwa

    *Foto “Rumah Bersama” di Serang, Banten, ini kuambil tanggal 24 April 2011, pukul 12.06 WIB.

    **Di Rumah Bersama, ini ditampung 25 orang anak yatim-piatu-duafa, dalam konsep sebuah “Rumah” . Ya, rumah yang membuat mereka dapat mengangkat kepala dgn tegak, mempersiapkan diri untuk mengisi kehidupan mereka dimasa datang. Rumah ini bukan hanya asri dan bersih, namun juga sejuk sekaligus hangat di jiwa.. .

Cahaya di Ujung Terowongan

Secercah Cahaya

By: ASN, Jakarta 27 April 2011

Masuk dalam terowongan
Menjelajah gelap dan pengap
Melaju di jalan kosong
Ada banyak tanya dan ragu

Namun, tak ada kesia-siaan kehidupan
Akan ada cahaya terang di ujungnya nanti
Harapan untuk sebuah keteguhan
Di ujungnya nanti..

    *Foto “Cahaya di Ujung Terowongan” ini kuambil dalam perjalananku dari Munich di sebuah terowongan menjelang kota Vaduz, Jerman, tanggal 6 Juni 2010, pukul 11.10 waktu setempat.

Dingin yang Indah

Photobucket

By: ASN, 25 April 2011

Terpaku, meresap indah hingga ke dasar jiwa
Entah kenapa kali ini, keindahan itu begitu dingin
Ku ingin turunkan kaki telanjang, menyentuh bening itu
Berharap sentuhan lembut itu, basuh jiwaku
Bersembunyi dimana matahariku..?
Tersenyum dalam dingin..

    *Foto “Dingin yang Indah” ini adalah tepi Danau Luzern yang kuambil di Brunnen, Switzerland, tanggal 6 Juni 2010, pukul 19.37 waktu setempat.

Senja di Stasiun Bologna

Jelang Senja di Staiun Bologna

By: ASN, Jakarta, 18 April 2011

Hening itu merasuk jiwa
Ada secercah cahaya terangi langit
Lesatkan silau, antara kabel-kabel listrik
Aku tak berhenti lama, hanya melintas
Menyapa senja di kotamu
Melihat senyummu
Selamat malam

    *Foto “Senja di Stasiun Bologna” ini kuambil dari dalam kereta saat melintas di Stasiun Bologna, Italy, tanggal 11 November 1009, pukul 16.27 waktu setempat.

Desir Sore

Lavender Ungu

By: ASN, Jakarta, 15 April 2011

Desir sore menyapa jiwa
Membelai lebut, relung hati
Hamparan ungu bergoyang anggun
Dan, aku hanya duduk sejenak disana
Nikmati langit dengan wangi segarmu
Sore indah, dengan senyummu

    *Foto “Lavender Ungu” ini kuambil di sebuah taman di tengah kota Edinburgh, Scotland, tanggal 10 Juni 2010, pukul 12.54 waktu setempat.
%d bloggers like this: