Deburan Air disisi tebing

Air Terjun  Harau 01

By: ASN, Jakarta 30 Agustus 2009

Butiran demi butiran bening itu jatuh disisi tebing
Bersahutan, menyatu dalam hempasan saat menyentuh bumi
Beberapa butir terbawa angin basahi wajahku

Aku hanya tersenyum dan nikmati sentuhan dingin itu
Biarkan butiran bening lembut itu mengalir lewati pori-pori kulitku
Ada kesejukan yang dinginkan jiwa

Sengaja tak beranjak sejenak
Berada diantara butiran-butiran air berterbangan
Berharap kesegaran alam ini segarkan kembali jiwaku

Menikmati Air Terjun Harau di Payakumbuh yang dingin dan segar..

    *Foto “Air terjun Harau” ini kuambil di Harau, Payakumbuh, Sumbar dengan meminjam camera pocket sahabatku Bona, pada tanggal 12 Agustus 2009 pukul 17.20 WIB.

Terus melangkah

Jalan, Padi menguning, Gunung

By: ASN, Jakarta, 29 Agustus 2009

Menyusuri jalan kampung kecil yang kosong ditanah subur
Menghirup dalam udara segar tanpa polusi
Hamparan Padi yang menguning
Dan gunung diujung cakrawala
Apakah kita akan terus terlena dan berdiam disana..?
Atau kita harus terus melangkah, menuju suatu tujuan..?
Aku memilih tetap melangkah
Menggapai tujuan

Sahabatku akan selalu ada itik dalam hidup dimana kia merasa nyaman dalam perjalanan kehidupan walaupun kita mungkin belum mencapai tujuan yang dicitakan. Disana biasanya kita akan berhenti menikmati sejenak. Namun jangan terlena, teruslah melangkah.. Menggapai tujuan.. 🙂

    *Foto “Pesona Alam” ini diambil di sebuah daerah menjelang Balige, Sumatra Utara tanggal 13 Agustus 2009.

Tolong Selipkan Kalkulator didekat jasadku..?

Kalkulator

By: ASN, Jakarta, 28 Agustus 2009

Hiii… judulnya kenapa rada serem gitu yaa..? Santai dulu aja sahabatku.. ini cuma pemikiran ringan (gak mengerikan) yang lewat sekelebat begitu saya dalam benakku kemarin.

Mendapat ide dari komenku dirumah sahabatku Trainer, aku menulis begini distatus FBku kemarin.

    Dalam aura puasa dan perenungan buat diri sendiri sempat berpikir: “Apa perlu yaa berpesan untuk menyelipkan kalkulator jika suatu saat aku meninggal” karena aku khan suka bolot kalo ngitung, sementara aku tau dosa2ku SEGUNUNG. Takut kalo …malaikat juga bingung sangking buanyaknya… Sedangkan kalo untuk ngitung pahala sih masih gampang, aku gak perlu kalkulator karena ternyata cuma sedikit… SELAMAT BERPUASA.. 🙂

Ternyata tulisan singkatku ini cukup menggelikan, menggelitik dan sekaligus membuatku malu sendiri tiap kali melihat Kalkulatorku disisi meja kerjaku… 😉

“Makanya Nug, mbok ya jangan mikirin masalah duniawiiii terus tho..” Hahaha.. :mrgreen:

Sebuah perenungan untuk diri sendiri dibulan Ramadhan..

    *Foto “Kalkulatorku” ini kuambil di meja kamarku tanggal 28 Agustus 2009 pukul 10.48 WIB.

Keindahan Toba..

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 27 Agustus 2009

Menyusuri jalan berliku diantara tebing dan jurang
Ada pemandangan yang memaksaku berhenti sejenak
Sebuah keindahan alam salah satu sudut negeri

Tak berkedip…
Memandang takjub sepuasnya sampai diujung batas pandang
Keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir ditengahnya

Terdiam.. dan bersyukur padaNYA
Atas nikmat keindahan yang dicurahkan dan kunikmati
Melanjutkan perjalanan… tanpa pernah bisa melupakan

Keindahanmu, Toba…

Saat ride dari Prapat menuju Medan, aku berhenti sejenak dipinggir jurang ditepi jalan menikmati dan mensyukuri nikmat keindahan alam negeriku yang luar biasa yang disajikanNYA. Kini aku hanya ingin berbagi keindahan itu untuk semua sahabat dan bidadari dirumahku.. 🙂

    *Foto “Beautiful Toba” ini kuambil dipinggir jalan menuju Medan dari Prapat pada tanggal 14 Agustus 2009 pukul 11.10 WIB.

Keindahan Alami

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 26 Agustus 2009

Dibalik hujan dan kabut yang menyelimuti
Kau menyambut ramah dan tersenyum manis
Ada keunikan terpancar dari warna-warna alami
Keindahan natural tak tersentuh make up
Terimakasih telah menungguku kembali
Aku membalas senyummu.. 🙂

Keindahan alami kembang2 di Berastagi yang dingin dan berkabut..

    *Foto “Kembang Indah Berastagi” ini kuambil di Berastagi, Sumatra Utara, 14 Agustus 2009 pukul 15.16 WIB.

Sebuah Jembatan

Photobucket

BY: ASN, Jakarta, 25 Agustus 2009

Ketika dua tempat yang terpisah perlu dihubungkan
Dan, dua kepentingan yang berbeda perlu dicarikan titik temu
Atau, orang2 dari wilayah yang berseberangan perlu diberi akses berpindah
Bahkan, ketika pemikiran2 yang saling berkontradiksi perlu diberi jalan keluar
Agar memberi jalan mencapai cakrawala baru
Perlu dibangun jembatan dengan konstruksi dan struktur kuat
Dan, keberadaannya akan sangat memudahkan kehidupan manusia
Untuk menyebrangkan, menerobos kebuntuan

Sebuah jembatan..

Sahabatku, pada saat kita menemukan kebuntuan ide/pemikiran/langkah, kita memerlukan sebuah “jembatan” untuk menyebrangkan kita ketitik lain agar bisa menerobos kebuntuan itu.

    *Foto “Sebuah Jembatan” ini kuambil sedikit diluar kota Padang Panjang, Sumatra Barat, tanggal 24 Mei 2009 pukul 08.17 WIB.

Kabut diatas Maninjau

Danau Maninjau dibalik Kabut 01

By: ASN, Jakarta, 24 Agustus 2009

Dingin
Berkabut
Suasana magis
Air yang dingin dan segar
Kelok 44 yang tajam berliuk-liuk
Tebing curam dan jurang yang dalam

Speechless…
Biarkan mata menatap hingga kebatas pandang
Bersama jiwa-jiwa yang tenang
Sebuah keindahan alam
Danau Maninjau

Keindahan Danau Maninjau yang tertutup kabut, Sumatra Barat. Maninjau adalah salah satu danau yang dalam dan sangat indah di Sumatra Barat dengan jalan yang berkelok tajam sebanyak 44 kali tanpa jedah dan sangat terkenal dengan nama Kelok 44.

    *Foto “Kabut diatas Maninjau” ini kuambil dari Embun Pagi, titik yang masih cukup tinggi sebelum menuruni Kelok 44, pada tanggal 23 Mei 2009, pukul 16.13 WIB.
%d bloggers like this: