Tolong Selipkan Kalkulator didekat jasadku..?

Kalkulator

By: ASN, Jakarta, 28 Agustus 2009

Hiii… judulnya kenapa rada serem gitu yaa..? Santai dulu aja sahabatku.. ini cuma pemikiran ringan (gak mengerikan) yang lewat sekelebat begitu saya dalam benakku kemarin.

Mendapat ide dari komenku dirumah sahabatku Trainer, aku menulis begini distatus FBku kemarin.

    Dalam aura puasa dan perenungan buat diri sendiri sempat berpikir: “Apa perlu yaa berpesan untuk menyelipkan kalkulator jika suatu saat aku meninggal” karena aku khan suka bolot kalo ngitung, sementara aku tau dosa2ku SEGUNUNG. Takut kalo …malaikat juga bingung sangking buanyaknya… Sedangkan kalo untuk ngitung pahala sih masih gampang, aku gak perlu kalkulator karena ternyata cuma sedikit… SELAMAT BERPUASA.. 🙂

Ternyata tulisan singkatku ini cukup menggelikan, menggelitik dan sekaligus membuatku malu sendiri tiap kali melihat Kalkulatorku disisi meja kerjaku… 😉

“Makanya Nug, mbok ya jangan mikirin masalah duniawiiii terus tho..” Hahaha.. :mrgreen:

Sebuah perenungan untuk diri sendiri dibulan Ramadhan..

    *Foto “Kalkulatorku” ini kuambil di meja kamarku tanggal 28 Agustus 2009 pukul 10.48 WIB.

Renungan Pagi

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 13 Desember 2008.

Sesungguhnya tak ada yang special hari ini. Aku tak sedang berulang tahun, tak diujung pergantian tahun, atau apalah yang sejenis itu, dimana aku biasa merenung dan mengevaluasi perjalanan hidupku.
Continue reading

Selamat Datang Kembali Teman

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 23 Oktober 2008

Berjalan dengan langkah guntai…
Matamu pun sembab bekas airmata dan kurang tidur
Tak ada senyummu yang dulu khas sekali
Tak ada cahaya apapun terpancar diwajahmu Continue reading

Selamat Tinggal Ramadhan

By: ASN, Jakarta, 27 September 2008

Bunyi-bunyian riuh rendah
Suara takbir pun memecah malam
Aku menatap diketinggian
Menggigit rapat bibirku Continue reading

“Sapaan Teduh Ramadhan

By: ASN, Jakarta, 16 September 2008

Menggapai langit…
Terbang bebas lepas…

Menggenggam kuasa..
Memutuskan yang terbaik…

Menyentuh hati..
Membuka pintu maaf yang tulus… Continue reading

%d bloggers like this: