Secercah Sinar Pagi

Sunrise @ Makasar

By: ASN, Makassar, 3 Juli 2011

Sejuk angin laut pagi
Masih berdiri, di pantai ini
Menunggu hadirmu, hangatkan hari
Namun kau terlalu malu dan tetap bersembunyi
Pancarkan secercah sinar di balik atap gedung-gedung
Tak apa, indah pesonamu tetap warnai langit
Dan, aku beranjak lalui jembatan kayu
Bersiap, kembali ke kotaku
Selamat pagi..

    *Foto “Secercah Sinar Pagi” ini kuambil di Makasar, tanggal 3 Juli 2011, pukul 06.02 WIT.

Senja di Prambanan

Photobucket

By: ASN, Yogyakarta, 24 Mei 2011

Hening mulai selimuti dataran ini
Masih terlihat samar, di balik bayang
Hamparan hijau dan batu-batu berserakan disekitarmu
Aku menunggu senja, di balik pilar-pilar kemegahan
Bukan sekedar memori romantisme di candi Hindu
Catatan sejarah sebuah bangsa besar
Ada ragu melihat budayamu kini
Akankah terulang ?

    *Foto “Senja di Prambanan” ini kuambil di Candi Prambanan, Yogyakarta, tanggal 24 Mei 2011, pukul 17.08 WIB.

Sepeda Tua

Photobucket

By: ASN, Yogyakarta, 24 Mei 2011

Ada yang hentikan langkahku di sudut kota
Sebuah kesederhanaan yang meresap di jiwa
Sepeda ontel tua, masih wira-wiri di jalan yang kini beraspal
Menyapa jiwa, dengan sentuhan kehidupanmu yang tak berubah
Kau tampak berkarat, di lekang usiamu
Ada tatap dan hati yang bertanya
Apakah kau mendapat arti untuk kesetiaanmu ?

    *Foto “Sepeda Tua” ini kuambil di suatu sudut di Candi Prambanan, Yogyakarta, tanggal 24 mei 2011, pukul 16.51 WIB.

Jalan Batu

Photobucket

By: ASN, Jakarta 13 Maret 2011

Dijaman kekuatan bertumpu hanya pada tangan
Batu-batu itu dipahat dan disusun
Melandasi jalan hingga berabad

Dijaman manusia dambakan kesempurnaan
Di balik semua keindahan dan pencapaian
Ada usaha kehidupan sangat keras

Di saat kini manusia menyusun citanya
Seperti apakah usaha yang dilakukan..?
Dan, seperti apa keindahan direfleksikan..?

Yang pasti susun batu itu, kini masih disana
Menahan beban dan jadi saksi sejarah manusia
Menanti, seperti apa ujungnya nanti..

    *Foto “Jalan Batu” ini kuambil di Praque, Chech Republic, tanggal 4 Juni 2010, pukul 16.29 waktu setempat.

Sepotong Perjalanan

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 11 November 2010

Senja semakin larut
Namun aku masih disini
Diantara lalu-lalang manusia
Dan, gemuruh suara mesin jet

Duduk terdiam memandang lampu-lampu
Lalu, kencangkan safety belt terikat di pinggang
Berayun ikuti irama pesawat yang berlari kencang
Terbang, tinggi, menembus awan, menuju daratan lain

Kadang terbesit letih
Namun, kakiku tetap melangkah
Berjalan antara tanya dan harapan
Akankah esok hadirkan hari yang lebih baik?

Semoga…

    *Foto “Pesawat siap berangkat” ini kuambil sesaat setelah mendarat di Airport Soekarno-Hatta, Jakarta, tanggal 11 November 2010, pukul 22.05 WIB.

Antologi Puisi Menjaring Cakrawala

Berikut ini adalah 7 Puisi yang aku berikan kepada Bang Ersis Warmansyah Abbas, Bang EWA, demikian aku biasa memanggilnya, dalam rangka ulang tahunnya yang ke-53 tanggal 15 November 2010 lalu. SELAMAT ULANG TAHUN Bang EWA. Semoga panjang umurnya berkah, sehat, happy dan sukses selalu. 🙂

Bening Pagi

Bening Pagi

By: ASN, Jakarta, 16 Mei 2010

Keheningan terpecah gemricik
Antar damai suara alam
Dan, di balik kilau mentari yang mulai muncul
Kutangkap bening hati menetes ke Bumi
Alirkan sejuk ke relung jiwa

    *Foto “Butiran Air Hujan” ini kuambil di atap rumahku di Jakarta tanggal 16 Mei 2010, pukul 12.25 WIB

Kapal Kayu di Sunda Kelapa

Kapal Kayu di Sunda Kelapa

By: ASN, Jakarta, 8 Juli 2010

Desir angin laut lembut menyapa
Aku terhenti disudut dermaga ini
Deretan kapal-kapal kayu bersandar
Kini mereka tanpa layar
Mengandalkan mesin dan navigasi terbatas
Menyisir gulungan ombak samudra
Tradisi keberanian bangsa pelaut

    *Foto “Kapal Kayu di Sunda Kelapa” ini kuambil di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, tanggal 8 Juli 2010 pukul 17.50 WIB.

Ketangguhan Sederhana

Ketangguhan Sederhana

By: ASN, Milan, 3 November 2010

Tak ada warna-warna mencolok
Kau selalu hadir dengan sederhana
Namun, kau menyimpan sebuah ketangguhan
Kekuatan bertahan dan lewati kerasnya kehidupan
Kau mengayun anggun disana
Di padang rumput
Di tengah kota
Dimana-mana
Ilalang

    *Foto “Ilalang” ini kuambil di tengah kota Milan, Italia, tanggal 3 November 2010, pukul 06.15 pagi waktu setempat.

Ketika Kabut Datng

Ketika Kabut Datang

By: ASN, Mount Titlis, Switzerland, 7 Juni 2010

Dan, kabut tebal itu datang lagi
Tutupi ujung pandang
Keretaku tetap meluncur
Menggantung di tali baja
Masuk tepat ketengahnya
Tuntaskan tanya di hati
Apakah yang kan kutemui
Di ujungnya nanti..?
Terus meluncur..

    *Foto “Kabel Baja dan Kabut” ini kuambil di Mount Titlis, Switzerland, tanggal 7 Juni 2010, pukul 12.24 waktu setempat.

Saatnya Beristirahat

Saatnya Beristirahat

By: ASN, Jakarta, 15 April 2010

Di ujung hari yang sibuk..
Hentikan pekerjaan yang mengalir deras
Memandang keindahan Metropolitan
Disaat alam memberi signalnya
Hadirkan kemilau di batas langit
Selimuti bumi dengan kegelapan
Nyamankan mata yang meredup
Pulanglah..
Saatnya beristirahat..

    *Foto “Senja di Jakarta” ini kuambil dari lantai atap, Intiland Tower di Jalan Sudirman, Jakarta, tanggal 15 April 2010, pukul 18.02 WIB.

Jelang Senja di Batanghari

Jelang Senja di Batanghari

By: ASN, Jambi, 21 September 2010

Hening sekali
Musik alam, damai
Para nelayan sungai telah pulang
Tinggalkan Tangkul-tangkul mereka di balik siluet senja
Bersiap menyambut malam

    *Foto “Jelang Senja di Batanghari” ini kuambil di tepi Sungai Batanghari, Jambi, tanggal 21 September 2010, pukul 17.21 WIB.

Salam Pagi di Eropa

Salam Pagi di Eropa

By: ASN, Eropa, 2 Juni 2010

Saat gelap dan dingin masih selimuti belahan Bumi
Kau muncul dengan silau sinarmu
Hangatkan dan terangi hari
Bawa harapan baru
Selamat pagi

    *Foto “Sunrise di Langit Eropa” ini kuambil dari dalam pesawat di ketinggian sekitar 37.000 feet saat melintasi daratan Eropa tanggal 2 Juni 2010 pukul 04.47 pagi waktu setempat.

Mata Hati

Photobucket
Mata Hati - Kontan 30-08-2010

By: ASN, Jakarta, 13 Agustus 2010

Akhirnya….

Begitulah kira2, seakan menunggu telur menetas, temen2ku berkomentar dan bereaksi saat penerbitan buku ini aku release di facebook, tepat pada hari ulang tahunku ke 46 tahun. Uh.. Udah tua juga yah… 🙂

Senang rasanya menerima reaksi spontan dari banyak teman dan sahabat yang mungkin sudah cukup sering melihat karya-karyaku melalui Blog atau Facebook. Tampilan dan isi buku ini memang dikemas sangat berbeda dengan yang biasa mereka nikmati di Blog atau facebook. Namun juga cukup bergembira bahwa ternyata reaksi positif juga datang dari berbagai kalangan yg selama ini, maaf, karena kesibukannya, tidak terlalu perduli dengan dimensi keindahan yang sering aku tampilkan dari sisi foto maupun tulisan. Mereka datang dari kalangan teman2 pebisnis, banker, lawyer, dokter, dan bahkan teman2 bikers.

Walaupun jumlah peredarannya masih terbatas, dapat dipastikan buku ini akan terbang cukup jauh mencapai para pemesannya diseluruh negeri mulai dari aceh hingga Mataram, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dalam minggu2 awal penerbitannya, buku ini bahkan juga telah dipesan dan akan mencapai pemesannya di Brussel, Zurich, Amsterdam, Paris, Amerika, Jepang, Taiwan, Malaysia, Australia dan Oman. Tak diragukan lagi dan kadang aku terhenyak sendiri atas kekuatan sebuah dunia maya. Continue reading

Sulitkah untuk jujur..?

Danau Brunnen 04

By: ASN, Jakarta, 7 Mei 2009

Menghirup aroma nikmat kopi disudut cafe itu
Sekilas aja mengamati sekeliling
Mengapa selalu saja dengan mudah menangkap kebohongan..?
Mengapa sering kita dengan mudah menangkap ketidakjujuran..?
Ketidakjujuran dipekerjaan, didunia usaha, dikeluarga, dilingkungan pergaulan, dikegiatan olahraga, bahkan kadang pada diri sendiri..
Continue reading

Melumerkan hati..?

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 28 April 2009

Melumerkan berbagai benda sering dilakukan dengan memanaskannya
Besi dan Baja dilumerkan dengan panas tinggi
Kaca juga lumer dan diproses ditungku yang sangat panas Continue reading

Pukul sepuluh malam

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 25 April 2009

Hari ini sepulang dari jalan bersama keluargaku keluar sebuah mall di Jakarta Selatan. Aku, terkesan oleh sebuah fenomena banyaknya pria bermotor menunggu penumpang setia mereka, malam hari setelah bubaran pertokoan. Lalu, tak lama.. gadis2 berhamburan menuju penjemput mereka masing2 dan segera melaju pulang. Sebagian besar terlihat sebagai pasangan. Ilustrasi sisi lain kehidupan metropolitan Jakarta dan aku tergelitik untuk menuangkannya disini ditambah sedikit versi imaginasi.. Boleh donk.. Xixixi.. 😉 Selamat malam minggu semua.. 🙂

Continue reading

%d bloggers like this: