Butir Air di Kaca

Butir Hujan

By: ASN, Jakarta, 30 Agustus 2011

Hujan itu turun lagi
Tinggalkan butir-butir bening di kaca
Dan, tetesnya jatuh, mengalir, transparan
Seakan ada tanya dan pedih, iringi langkah ini
Tatap kosong memandang butir2 bening itu
Akankah ku kembali..?

    *Foto “Butir Air di Kaca” ini kuambil di jendela pesawatku saat akan terbang dari Airport Pekanbaru, tanggal 9 Mei 2010, pukul 09.19 WIB.

Suatu tanya di sudut hati

Pasir Basah

By: ASN, Jakarta, 14 April 2011

Akh..
Pasir ini basah
Nyata tinggalkan jejak-jejak kaki
Hanya sesaat, lalu tersapu ombak, hilang..

Asa seakan tergulung dalam derasnya
Menarik hati ke dasar kesedihan
Mencoba bertanya pada jiwa
Kemanakah ujungnya nanti?

Terdiam..

    *Foto “Pasir Basah” ini kuambil di Pantai Kuta, Bali, tanggal 5 Juli 2009, pukul 09.17 Waktu setempat.

Turut berduka..

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 28 Oktober 2010

Bencana tak ada akhir..
Wasior tertimbun longsor
Mentawai tersapu Tsunami..
Merapi yang muntahkan isi bumi,
semburkan lahar, awan panas membakar
Sudah cukup banyak air mata tertumpah
Sudah cukupkah kita bertanya apakah kita telah
perlakukan alam dan sesama manusia sepantasnya?
Turut prihatin dengan keadaan saudara2ku
Larut dalam duka dan doa…

    *Foto “Titik Air Hujan” ini kuambil di dahan pohon Pepaya di halaman rumahku tanggal 3 Oktober 2010 pukul 15.44 WIB.

Senang melihatmu beranjak…

By: ASN, Jakarta, 13 Desember 2009

Duri itu menembus lapisan kulitmu
Manancap dalam tinggalkan perih
Kau terdiam.. berusaha menahan tangis

Ada goresan yang sangat dalam
Aku hanya melihatmu dari kejauhan
Kau berusaha tegar dan mengikuti saja test keikhlasan ini

Sesekali terlihat kerut dikeningmu dan matamu kadang menyipit
Aku bahkan sangat menghargai upayamu untuk tersenyum
Ada pancaran kekuatan aura positif yang mulai muncul

Suatu proses yang manusiawi sekali
Mengangguk dan membalas senyummu
Teruslah melangkah.. jalanmu masih panjang dan terbuka lebar.

Beranjak menjauh…

Sebuah senyum tulus memberi semangat untuk sahabat, ketika kesedihan datang menyelimutimu dan aku melihat ketegaranmu untuk melangkah keluar dari lingkaran itu.

    *Foto “Jalan Kosong Dibalik Bukit” ini kuambil di sekitar Padang Panjang, Sumatra Barat, pada tanggal 24 Mei 2009 pukul 08.24 WIB.

Usah Kau Lara Sendiri

By: ASN, Jakarta, 20 Mei 2009

Blog walking kebeberapa rumah sahabat dan bidadari..
Hm.. lagi banyak awan kelabu dihari yang cerah ini..
Dalam posisi sebagai pengamat dan teman, aku lebih bisa menggunakan pendekatan dengan dimensi lain. Dan kali ini aku sengaja nabrak arus aja…dan share sebuah lagu cinta bagi semua sahabat dan bidadari.. Agar suasana hati gak terlalu lama terbawa arus dan dalam selimut aura kelabu gitu..

Lagu lama Katon dan Ruth Sahanaya, masih bernada lembut (agar gak ngagetin hati2 yg sedang rapuh), Hehehe :P. Mengajak kita semua berbagi dan melihat masih ada asa didepan sana.. “Usah Kau Lara Sendiri”..

Use your headphones and enjoy.. 🙂

Sementara aku mau break dulu beberapa hari ini ya. Mumpung Harpitnas, mau ride di/ke Bengkulu dan Sumbar..

Love you all.. 🙂

IBSN: Selamat jalan Sassie, anakku..

Photobucket

IBSN: Gak Bisa Melupakannya..? Simpan saja..

Photobucket

By: ASN, Jakarta, 27 Januari 2009

Saat memberikan komen-ku pada seorang sahabat yang patah hati, aku terpikir untuk membaginya disini, untuk sahabat dan bidadari lain..

Ada banyak cara memandang kesedihan.. Continue reading

%d bloggers like this: