Parasut Terbang

Parasut Terbang

By: ASN, Singapore, 2 Mei 2010

Ketika semua orang berpikir parasut hanya untuk terjun
Manusia lain justru tersenyum dan menggunakan untuk terbang
Melayang.. bercanda dengan angin
Bersahabat dan nikmati keindahan alam

Ketika suatu benda ada ditangan seorang manusia
Pikiran, mata dan hatinyalah yang akan menentukan
Sebagai apa benda itu akan digunakan
Tak ada yang salah dengan benda di alam semesta ini
Bahkan nuklir sekalipun

Hanya ada banyak manusia dengan banyak hati
Dan hati manusia sering tergerus sereosis amarah, dengki, iri dan ego
Membuatnya tak lagi berfungsi sebagai nurani

Tak ada yang salah dengan benda dan alat
Bahkan parasut pun dapat terbang

Sahabatku, sejatinya alat apapun itu, selalu dapat digunakan dengan lebih dari satu cara. Semua kembali lagi pada kita penggunanya..

    *Foto “Parasut Terbang” ini kuambil di Queenstown, South Island, New Zealand, tanggal 4 November 2008, pukul 11.29 waktu setempat.

Sebilah Sayap Sambut Mentari

Sebilah Sayap Sambut Mentari

By: ASN, Jakarta, 18 September 2009

Mentari mulai merahkan batas langit
Sayap itu masih membentang lebar diketinggian
Membelah angin dan dinginnya malam

Ada sinar kehidupan mulai terangi ufuk timur
Ada pencerahan dan keberanian tebangkan angan
Sebilah sayap membawa serta manusia didalamnya

Ya, manusia-manusia yang berani mencoba
Manusia yang berani melangkah
Kembangkan sayap mencapai cita

Sahabatku, kadang kita perlu “sayap” untuk terbangkan angan setinggi mungkin, berani menembus awan, angin dan dingin, menyambut mahahari.. Apakah hanya akan terus menunggu..?

    *Foto “Sebilah Sayap Sambut Mentari” ini kuambil menjelang terbitnya matahari di atas wilayah udara Jepang, tanggal 11 September 2009 pukul 05.53 pagi waktu setempat (Tokyo). Diambil selepas sahur dan sholat Subuh di pesawat Malaysian Airlines MH 088 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Narita, Tokyo.
%d bloggers like this: