Merenda langit

 photo IMG_2245a1Small_zps250df757.jpg

By: ASN, Wayag, 21 November 2014

Sejenak aku hening terpaku
Ketika awan merenda langit biru
Kilaukan laut larutkan rasa
Pantulan indah senyummu
Damaikan hati

    *Foto “Merenda langit” ini kuambil di Wayag, Raja Ampat, Papua Barat, tanggal 21 November 2014, pukul 08.58 waktu setempat.

Kehangatan senja di Roma

Almost Sunset and Lonely Lamp

By: ASN, Jakarta, 15 April 2010

Langit biru itu kini memerah dan meredup
Gelap selimuti hari tiupkan dingin menembus pori
Kau hadir disana, berdiri disudut itu, tak beranjak

Ada senyum hangat menjalar cepat lalui medium syarafku
Sebuah uluran tangan obati sekeping rindu
Getar hebat, aku terpaku, tak mampu menolak

Magnet pesonamu
Hangat bersahabat
Berbagi cahaya, terangi malamku

Imaji kehangatan senja di Roma menjelang musim dingin tiba..

    *Foto “Lampu disudut Roma” ini kuambil disalah satu sudut Roma dekat Colesium, Italia, tanggal 12 November 2009, pukul 16.50 waktu setempat.

Terpaku, tak beranjak..

By: ASN, Singapore, 14 Maret 2010

Sebuah cadas curam
Sentuhan alam basahi dan lembabkan permukaannya
Aku hanya terpaku, mengambil jarak dibawahnya

Butir-butir bening itu tetap menghampiriku
Terbang bersama tiupan angin
Menyapaku lembut dengan dinginmu yang menyegarkan

Aku masih disana
Tanpa mampu melepas pandang, tetap menjaga jarakku
KekuasaanNYA dibalut keindahan alam

Terpaku, tak mendekat, juga tak beranjak…

Sahabatku, pernahkan kalian merasa terpaku oleh suatu fenomena kehidupan..? Dan itu membuatmu ingin mendekat, namun tetap tak beranjak dan menjaga jarak..? 🙂

    *Foto “Beautiful Waterfall” ini kuambil dari kapal di Milford Sound, South Island, New Zealand tanggal 03 November 2008 pukul 12.37 waktu setempat.
%d bloggers like this: